Aksi Selamatkan Peninggalan Sejarah Ricuh, Satupun Anggota DPRD Tidak di Tempat



BONE,GLOBALTERKINI.COM- Adanya peninggalan bersejarah diyakini tempat tinggal Raja Bone Arung Palakka di Bulu Tempe, Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Taneteriattang Barat, Bone, Sulawesi Selatan yang akan dijadikan tambang galian C membuat warga setempat berang.

Bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIH Pengayoman. Masyarakat yang tergabung dalam Kerukunan Warga Watang Palakka melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone, setelah sebelumnya mendatangi Kantor Dinas Kebudayaan guna mendaftarkan tempat tersebut menjadi situs budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Aksi tiba tiba ricuh lantaran tidak satupun Anggota Dewan yang berada ditempat. Warga yang kecewa lantas melakukan tindakan anarkis dengan memecahkan, melempar dan membakar tempat sampah. Beruntung pihak kepolisian yang melakukan pengawalan bertindak cepat memadamkan api.

"Aksi kami adalah aksi damai, jangan paksa kami melakukan tindakan anarkis, keluar dan terima aspirasi kami sebagai perwakilan rakyat" Kata Adrianto, Kordinator Aksi didampingi Ketua Umum HMI STIH Pengayoman, Wahyu Zulfikar berkali kali. Selasa 19 September 2017.

Dijelaskannya, sehari sebelum melakukan aksi, Warga telah melayangkan surat, "kita sudah bersurat, yang kita minta hanya komitmen para anggota dewan untuk mengawal dan memastikan tidak ada eksploitasi atas lahan tersebut, kami ingin agar wilayah itu di jadikan cagar budaya, karena itu adalah situs peninggalan sejarah yang wajib kita lindungi" tegas Adrianto.

Kekecewaan warga mereda setelah Wakil Ketua DPRD Bone, Samsidar Ishak tiba di lokasi dan berjanji untuk menindak lanjuti tuntutan warga, "masalah ini akan segera saya rapatkan, dan kami akan mengundang masing masing perwakilan untuk hadir" katanya.

Penulis: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini