Audiens Dengan Kapolres Kolut, Aktivis Urai 3 Kasus Untuk Disikapi


Kolut, GlobalTerkini.com-Belasan aktivis Kolaka Utara masing-masing dari lembaga Pos Perjuangan Rakyat (Pospera), Meohai, Lingkar Gerakan Pemuda dan Mahasiswa  (LGPM), Komisi Pengawasan Korupsi Indonesia Timur (KPK Intim), Himpunan Pelajar dan mahasiswa Kolaka Utara (Hipermaku), Poros Keadilan dan Laskar Merah Putih, hari ini 29 September 2017 melakukan audens di Mapolres Kolaka Utara.

Gelar kordinasi tersebut di hadiri langsung oleh Kapolres Kolut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Satriawan, S,IK., MH yang di dampingi oleh Kasatreskrim, Kasat Intelkam dan Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops).

Kegiatan ini digelar terkait sejumlah permasalahan yang di anggap cukup meresahkan masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius untuk disikapi oleh aparat penegak hukum, khususnya kepolisian. Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Ketua Pospera, Muhammad Awal, disela-sela acara.

"Terkait soal kasus pengrusakan dan disusul dengan peristiwa penganiayaan, ada proses yang kami anggap janggal. Oleh sebab itu kamu sampaikan agar masalah ditindak lanjuti hingga tuntas" ujar Awaluddin.

Dalam pertemuan tersebut juga mencuat soal kasus tambang yang ada di Kecamatan Batuputih. Sebagaimana diketahui akhir-akhir sudah berpolemik dan viral di media sosial. Bahkan pekan kemarin, nyaris terjadi gesekan antar warga terkait carut marutnya masalah tambang tersebut. Jelas Ketua Meohai, Pendi.

Masih disaat yang sama, Ahmad Akbar dari KPK Intim mengurai sejumlah masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah berpolemik selama bertahun-tahun. Rumitnya masalah ini di urai karena disinyalir ada oknum-oknum aparat yang bermain. Sehingga distribusi BBM melalui jirgen dan tangki-tangki modifikasi, sulit dihentikan. Jelas Ahmad Akbar.

Selaku Kapolres Kolaka Utara yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya, Bambang Satriawan berjanji akan menindak lanjuti semua hasil audiens yang digelar hari ini. Mulai dari masalah kasus tambang, BBM dan kasus pengrusakan di Kecamatan Lambai yang di tangani oleh Polsek Ranteangin.

"Masalah pengrusakan dan penganiayaan yang terjadi di Ranteangin, nanti penyidiknya di panggil untuk memberi penjelasan terkait soal itu. Jika di anggap perlu, perkara tersebut biar di ambil alih oleh Polres. Kita optimalkan agar masalah tersebut dalam tempo satu minggu sudah sampai ke Pengadilan." Janji Bambang.

Mengenai soal BBM kata Bambang, nanti akan ditempatkan personil kepolisian di setiap SPBU untuk mengawasi pengisian yang tetindikasi melanggar peraturan. Dan diharapkan kepada semua Polsek untuk berperan aktif dalam meminimalisir dan memcegah terjadinya pelanggaran di SPBU. Tutup Bambang.

Penulis : Asri Romansa
Komentar

Berita Terkini