Pengadaan Tenda Pramuka Disinyalir Jadi Lahan Pungli Dinas Pendidikan Kolaka Utara

 
KOLUT,GlobalTerkini.com-Ratusan Sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kolaka Utara, Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat jatah pengadaan tenda pramuka tyfe pleeton (tenda panitia), sejak bulan Agustus kemarin.

Tenda tersebut diperjual belikan di sekolah-sekolah seharga 8 juta rupiah per unit, jika di angsur 2 kali. Namun jika dibayar cash, harganya cuma 6 juta rupiah. Padahal diketahui, penetapan harga untuk sekolah ini jauh di atas harga normal, yang seharusnya hanya berkisar 3 juta hingga 4 juta rupiah.

Penelusuran globalterkini.com dalam sepekan ini, mendapat informasi dari beberapa sumber bahwa sekolah penerima dana BOS sekira 40 juta ke atas, baik tingkat SD dan SMP harus membeli tenda tersebut.

Tak ayal, sejumlah kepala sekolah mengeluh dan terpaksa merubah kembali rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) yang belum memasukan pengadaan tenda tersebut.

"Ada beberapa program pengadaan barang dan jasa yang bersipat urgent terpaksa dipending dengan adanya tenda tersebut. Apalagi pengadaan tenda ini baru diketahui setelah penyusunan RKAS. Terpaksa itu dirubah lagi" ujar beberapa sumber yang namanya tidak dipublikasi.

Terkait pengadaan tersebut, manager dana BOS Dinas Pendidikan Kolaka Utara, Jayadin Karta, S.Pd, dikonfirmasi via telepon membenarkan adanya pengadaan tenda pramuka disekolah-sekolah dengan harga 6 hingga 8 jutaan.

"Dinas Pendidikan hanya sebagai pasilitator antara sekolah dengan pihak perusahaan penjual tenda. Mereka yang bermohon dengan mengisi form permintaan. Kami hanya memfasilitasi pengadaan tersebut" kata Jayadin Karta yang akrab disapa pak jaka ini.

Kendati demikian, Jayadin Karta yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat 15 September 2017, tidak membantah jika benar ada keuntungan terkait pengadaan tenda tersebut.

"Itu keuntungannya hanya sedikit pak, tidak seberapa ji. Apalagi saya juga sudah keluarkan biaya transportasi 2 jutaan. Kalau di Makassar, harganya memang sekitar 5 jutaan" tutup Jayadin Karta.

 Penulis : Asri Romansa






Komentar

Berita Terkini