Ternyata, Gambar Pembangunan Pagar Kantor Desa Belum di Asistensi

 Kolut, GlobalTerkini.com-Masalah Pembangunan pagar kantor Desa Beringin, kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang disorot warga akhirnya terkuak.

Siang tadi, Selasa 19 September 2017 sekira pukul 14.00 wita, ketua tim pengelola kegiatan (tpk), konsultan, Babinkamtibmas, ketua BPD dan Sekretaris Desa Beringin, melakukan kroscek pisik bangunan di lokasi kantor desa.

Untuk memastikan kebenaran adanya kejanggalan dalam pembangunan pagar kantor, pemborong yang mengerjakan kegiatan tersebut, turut dihadirkan sekaligus membawa serta gambar bangunan pagar kantor desa.

Alhasil, gambar yang diperlihatkan sebagai acuan pembuatan pagar tersebut, masih berbentuk rancangan sementara. Bahkan belum di analisis oleh tim asistensi tenaga ahli. Dalam gambar tersebut, belum ada keterangan apa pun mengenai teknis dan spek pekerjaan.

Akibatnya, muncul perbedaan pendapat dan penafsiran antara konsultan, TPK dan pemborong. "Saya hanya mengerjakan sesuai dengan gambar dari konsultan" ujar Andi Batti, selaku pemborong.

Saat yang sama, Adi, selaku konsultan mengakui jika gambar tersebut belum di asistensi. Bahkan belum ada keterangan gambar sama sekali. Isian tanda tangani oleh semua pihak yang terlibat, masih terlihat kosong.

"Pembangunan pagar kantor itu untuk sementara dihentikan dulu. Saya akan segera konsultasi dengan tenaga ahli untuk mencari solusinya. Jika hasil kordinasi menyebut harus di bongkar, terpaksa dibongkar. Dan saya yakin, jika tim asistensi mengetahuinya, pasti disuruh bongkar. Sebab konstruksinya sudah jelas salah. Tidak ada sloof atau tiang yang menggunakan hanya 1 batang besi. Sekalipun itu cuma pagar" ujar Adi selaku konsultan.

Belum diketahui pasti dimana letak kelalaian tersebut, sehingga program pembangunan pagar kantor desa Beringin sudah dilaksanakan, sementara gambar belum di asistensi atau di analisa.

Diketahui, dari dua jenis pekerjaan yang dikerjakan oleh pemborong, yakni pondasi gedung balai pertemuan dan pagar kantor desa, menyerap anggaran senilai 45 juta rupiah yang bersumber dari dana desa (APBN).

Itupun, pekerjaan tersebut seharusnya melalui swadaya. Tidak diproyeksikan melalui pemborong. Sebab kegiatan pembangunan yang menggunakan dana desa (DD) sejatinya adalah program pemberdayaan yang dilaksanakan berdasarkan hasil rapat. Jelas Sekretaris Desa Beringin, Ahmad Masykur.

Saat yang sama, ketua BPD, Andi Olle juga menjelaskan bahwa pembuatan pagar kantor desa memang mengejutkan. Sebab tidak pernah dibahas sebelumnya, tiba-tiba dibuat. Padahal yang diharapkan oleh masyarakat, khususnya yan bermukim disekitar kantor desa adalah drainase. Bukan pagar kantor. Ujar Andi Olle.

Terkait hal ini, globalterkini.com berusaha melakukan klarifikasi ke Kepala Desa Beringin, Asis, namun nomor telepon seluler miliknya, tak satu pun yang aktif.

Penulis : Asri Romansa
Komentar

Berita Terkini