26 Poktan Ikut Pelatihan Revitalisasi dan Rehabilitasi Kakao di Kolut


Kakao merupakan salah satu komoditas andalan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Besarnya minat masyarakat untuk mengembangkan tanaman kakao terlihat nyata dengan banyaknya permintaan benih serta pelatihan budidaya kakao.

Salah satu rencana program strategis nasional tahun 2017 Direkorat jederal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian memrioritaskan percepatan pertumbuhan industri agro. Yakni kegiatan pengembangan kakao 49.300 ha yang menyerap anggaran Rp334 miliar lebih

Terkait hal itu, Kabupaten Kolaka Utara yang memiliki prosfek kakao yang sangat bagus sebagai komoditi andalan, melakukan pelatihan tektik tematik untuk percepatan pengembangan perkebunan (revitalisasi) serta perluasan peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan.    


Pelatihan tersebut di laksanakan di Desa Nyule, kantor pertanian kecamatan Ngapa. Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 26 perwakilan kelompok tani dari 9 kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara. Menurut keterangan Kordinator Pertanian Kecamatan (KPK) Ngapa, Muhammad Suryadi, dari 26 Kelompok tani se Kabupaten Kolaka Utara yang ikut dalam program ini mendapatkan bantuan berupa bibit unggul klon BL 25 dan klon BL 45. Kata Suryadi, di temui di lokasi kegiatan, Selasa 31 Oktober 2017.

“sekitar 26 perwakilan kelompok tani dari 9 kecamatan yang hadir hari ini, dilatih untuk melaksanakan program peremajaan kakao, agar dapat memberikan hasil secara optimal. Masing masing kelompok tani tersebut adalah penerima mampaat dari anggaran pendapatan belanja Propinsi Sulawesi Tenggara (APBNP) berupa bibit dengan estimasi luas lahan 500 hektar secara keseluruhan. Dan ini di upayakan harus berhasil” ujar Suryadi.

Saat yang sama, Dinas Pertanian Kabupaten Kolaka Utara melalui Kepala bidang perkebunan, Muhammad Sadik, SP.,MM mengatakan bahwa kelompok tani yang mengikuti pelatihan hari ini merupakan calon petani dan calon lahan (CPCL) yang memang sudah siap sejak awal. Adapun jenis bantuan yang diterima oleh kelompok tani itu berupa bibit dengan estimasi 1000 bibit/1 hektar lahan. kata Sadik. 

Lanjut kata Sadik, kegiatan ini di selenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batang Kaluku, yang di kordinir oleh Ir. Ismail, SP dan Ir. Usman selaku pengelola program diklat, serta menghadirkan beberapa pemateri dari Pertanian Propinsi Sulawesi Tenggara, Pertanian Kabupaten Kolaka Utara, pendamping akademik Universitas Haluoleo (Unhalu) serta Penyuluh pertanian. Katanya

“kami berharap agar program ini berjalan sukses dengan hasil sesuai harapan. Semua program, baik melalui Propinsi mau pun langsung dari Kementerian , dapat bersinergi dan terkorelasi dengan program pemerintah daerah. Sebagaimana diketahui, peningkatan produktivitas pertanian khusus nya kakao dan cengkeh menjadi program prioritas pemerintah daerah saat ini” tutup Muhammad Sadik.

Kontributor : Rudianto
Editor          : Asri Rommansa
Komentar

Berita Terkini