Diduga Anggaran Pembangunan di Markup, Aktivis Kolut Akan Bergerak



Kolut,GlobalTerkini.com-Gonjang ganjing terkait sejumlah masalah pembangunan sarana prasarana di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) kian merebak. Bagai pematik api, masalah tersebut menjadi perbincangan hangat di warung kopi, cafe maupun lesehan-lesehan.

Mengejutkan, nominal senilai lebih kurang 60 miliar untuk tahun anggaran 2017, di duga penuh markup dan rekayasa. Hal ini kemudian menjadi rahasia umum dan konsumsi publik yang menggelinding bagai bola api dan siap membakar.

Ironisnya, sejumlah proyek tersebut sudah digarap sejak tahun 2016 namun proses tender baru di gelar di tahun 2017. Sehingga menimbulkan image kontoversial tentang adanya dugaan markup dan rekayasa.

Sejumlah proyek yang dimaksud seperti sarana dan prasarana di objek wisata pantai berova, pengaspalan jalan dalam kota lasusua, pembangunan sekretariat HMI, penimbunan rencana  lokasi stadion, alokasi anggaran reklamasi dan sejumlah aset bangunan yang terbengkalai dan tidak dipungsikan.

Masalah ini kemudian menggelitik kepekaan sosial kontrol sejumlah aktivis Kolaka Utara yang aktif dalam pergerakan. Bahkan dalam rentang waktu tidak terlalu lama para aktivis akan menyikapi dan memberi reaksi terkait masalah tersebut.

"Dalam waktu dekat ini kami akan menyambangi Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mempertanyakan sejumlah masalah yang sedang menghangat saat ini" ujar Ketua Cabang Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Muhammad Awaluddin, Rabu 4 Oktober 2017.

Saat yang sama, Ketua Umum Meohai, Pendi, S.Sos mengatakan, "sejumlah masalah di Kabupaten Kolaka Utara terkait pengelolaan anggaran memang sudah sangat memprihatinkan. Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut jika ingin melihat Kolut lebih baik. Oleh karenanya, kami akan turun untuk mempertanyakan. Dan saya tegaskan, masalah ini akan kami kawal hingga tuntas" pungkas Pendi dengan nada geram.

Penulis : Asri Romansa




Komentar

Berita Terkini