Bupati Kolaka Utara 'Kejayaan Kakao Kolut Harus di Kembalikan'


Kolut, GlobalTerkini.Com-Pagi ini, Senin 6 Nopember 2017 sekira pukul 09.00 wita, mendung tebal masih menggantung di atas cakrawala. Hujan baru saja reda ketika Nampak banyak orang mendatangi sebuah baruga pertemuan di Desa Watuliwu, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Dalam gelar pertemuan sosialisasi program revitalisasi tanaman kakao tahun anggaran 2018, sebahagian besar dihadiri oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), para camat dan para Kepala Desa. Hadir pula pada kesempatan itu, beberapa anggota DPRD Kolaka Utara, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepolisian, TNI, tokoh masyarakat serta para petani kakao.

Program revitalisasi tanaman kakao yang digelar kali ini menghadirkan 3 professor bersama tim teknis dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makasar, Sulawesi Selatan. Ketiga professor yang memberi materi tentang penerapan teknologi tanaman kakao, masing masing Profesor Djuanda Djudda, Profesor Amir Yasin dan Profesor Yunus.

Dalam sambutannya Bupati Kolaka Utara, Drs. Nur Rahman, MH kembali mengurai masa kejayaan tanaman kakao di wilayah ini beberapa tahun silam. “saya berharap kepada seluruh instansi terkait agar memikirkan dan berusaha untuk mewujudkan kembali masa kejayaan kakao kita. Demikian pula partisipasi serta kontribusi pihak perbankan yang ada di daerah ini, saya harapkan agar ikut berperan aktif membantu mengembangkan perekonomian masyarakat” kata Nur Rahman

Lanjut dikatakan, pencanangan program kerja untuk 2 tahun kedepan, saya yakin dengan kerja keras dan saling bahu membahu antara semua pihak, kita mampu meningkatkan hasil produksi kakao dan income per kapita masyarakat seperti masa masa sebelumnya.

“yang perlu kita pikirkan, bagaimana membudi dayakan tanaman sela jangka pendek untuk mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat dalam rentang waktu dua tahun itu. Sebab jika tidak ditopang dengan tanaman jangka pendek serta hitung hitungannya tidak akurat, maka itu akan menjadi ancaman gagalnya program yang akan diterapkan” tutur Nur Rahman antusias

Dalam kegiatan sosialisasi program revitalisasi tersebut, sejumlah persoalan terdengar mencuat dari beberapa peserta. Seperti yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ikbal Nawawie, SP tentang kondisi iklim dan potential hydrogen (ph) tanah serta unsur hara makro dan mikro yang sangat berpengaruh terhadap pola pertumbuhan tanaman kakao di wilayah ini. Ujar Ikbal

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat, Mudawing, mengkritisi soal masuknya bibit dari luar yang mengintervensi merosotnya produksi kakao di Kabupaten Kolaka Utara. Ia beranggapan jika bibit kakao lokal lebih unggul dan lebih baik untuk dikembangkan melalui terapan teknologi yang tepat.

Kendati demikian, kehadiran ketiga professor dalam pertemuan ini, dapat memberi jawaban dari semua persoalan tanaman kakao tersebut. Semua pihak berharap agar pendampingan dilapangan benar benar dapat dilakukan, sehingga harapan dan cita cita tentang kejayaan kakao di Kolaka Utara dapat kembali di wujudkan.

Penulis : Asri Romansa  
    

      


Komentar

Berita Terkini