Pasar Rakyat Koltim, Sudah Diresmikan Namun Belum Dipungsikan.





Kolaka Timur, GLOBAL TETKINI.COM-Sejak diresmikannya satu tahun lalu, Pasar rakyat kolaka timur di Desa Poni-poniki Kecamatan Tirawuta, Kabuupaten Kolaka Timur, Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum juga tampak aktifitas perdagangan.

Belum adanya aktifitas perdagangan tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya, kapan pasar rakyat ini bisa berfungsi? Padahal kondisi pasar  sudah siap pakai bahkan telah diresmikan.

Meskipun pemerintah selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, namun para pedagang tetap bertahan dipasar lama yang ada di Kecamatan Rate-rate. Ironisnya, kondisi pasar rakyat ini sudah mulai mengalami kerusakan. Tampak pintu-pintu los yang sudah lepas, cat bangunan yang memudar dan beberapa bagian mulai terlihat keropos.

Kegamangan masyarakat sekitar pasar rakyat koltim belum juga terjawab soal kapan pasar ini bisa dipungsikan. Bahkan beberapa warga sekitar area pasar rakyat mengekspresikan kegelisahannya dengan mencari info ke instansi terkait.

Jarak yang agak jauh untuk ditempuh para pedagang, bisa jadi sebagai salah satu sebab para pedagang ini enggan berjualan dipasar rakyat yang telah disiapkan Pemda. Apalagi letak pasar rate-rate yang berada di tengah kota serta dekat dari jalan poros, sudah memberikan  kepastian dalam aktivitas jual beli yang selama ini mereka geluti. Baik dari pendapatan, akses perdagangan hingga interaksi antar pedagang dan pelanggan yang sudah kental dengan keadaan. 

Menurut keterangan seorang warga pedagang menyebut, aktivitas pasar rate-rate sudah demikian dinamis, sehingga sulit untuk merubahnya dalam waktu singkat. Meski aktivitas jual beli di pasar tersebut hanya hari Senin-Jumat, namun masyarakat dari berbagai arah, seperti dari Tawenalu, Loea, Lamoare dan sekitarnya sudah terbiasa dengan situasi dan kondisi pasar di Rate-rate. Ungkap warga tersebut.

Sementara itu, Hj. Rahmatia, salah satu pedagang bertutur, selain hari pasar sesuai jadwal, pendapatan keseharian kita saja disini sangat minim. Apalagi jika harus pindah ke pasar rakyat yang jaraknya cukup jauh. Bahkan masih banyak di antara para pedagang yang enggan untuk pindah ke pasar rakyat. Ujar Hj. Rahmatiah ketika ditemui saat itu.

Dilain pihak, salah satu anggota DPRD Koltim  mengungkapkan, seharusnya pihak Pemda melakukan survey dan kajian yang lebih akurat sebelum menempatkan lokasi yang akan dijadikan sarana perekonomian bagi pedagang yang akan menjajakan barang dagangannya di lokasi tersebut.

Pasca diresmikannya satu tahun lalu, hingga saat ini nampak belum ada aktifitas jual beli dipasar rakyat koltim. Sementara itu Kepala bidang retribusi Badan Keuangan Daerah Kolaka Timur, Sartono belum memberi klarifikasi terkait soal ini. Meski beberapa kali dihubungi via telepon, hanya terdengar nada aktif namun tidak di angkat. 

Penulis : Try
Editor   : Asri. R
Komentar

Berita Terkini