Eksekusi Lahan di Bone Diwarnai Ketegangan


BONE,GLOBALTERKINI.COM- Eksekusi lahan di Jl Poros Bone - Makassar, Sulawesi Selatan diwarnai ketegangan dan protes korban eksekusi.

Didampingi sejumlah keluarga dan pengacara, Muh Syahrir, pihak korban menolak rumahnya dibongkar dan berusaha menahan petugas. Bukan tanpa alasan, pihaknya mengaku, sebelumnya telah beberapa kali memenangkan gugatan, kendati demikian pembongkaran tetap dilakukan.

"Kami menang di Pengadilan Negeri, Tinggi hingga ke Mahkamah Agung (MK) pada 1996, namun entah mengapa pada 2012 pihak MK kembali membuat keputusan, memenangkan penggugat yang sebelumnya merupakan tergugat pada objek yang sama" Ujar Muh Syahrir melalui Pengacaranya, M Darwis Alhadjdji SH, Rabu, 7 februari 2018.

Terkait putusan MK, Pihak keluarga korban eksekusi menduga adanya manipulasi data dan permainan oleh penggugat, dalam hal ini Sa'diah Deng Makanang, juga oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Bone.

"Melihat putusan MK, jelas ada manipulasi dan permainan, nama penggugat dan batas lahan yang digugat sengaja diubah karena tak sesuai berkas gugatan pertama, ditambah pasca putusan tersebut, kita minta Peninjauan Kembali (PK) namun pihak PN hingga kini belum mengirim berkas tersebut ke MK dengan alasan sibuk, padahal berkasnya sudah kita masukkan setahun lalu" Kata Darwis.

Darwis pun menegaskan akan mempelajari kembali isi putusan dan bakal melaporkan pihak Pengadilan Negeri Bone ke Komisi Yudisial.

Penulis: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini