Sidang Kasus Penganiayaan Difabel, FK-LSM Minta Jaksa dan Hakim Netral


BONE,GLOBALTERKINI.COM- Kasus penganiayaan terhadap seorang difabel yang juga Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Takdir oleh sejumlah oknum Polisi Pamong Praja terus bergulir.

Setelah sempat mendapat teror beberapa waktu lalu, Ketua PPDI Bone, Senin, 19 februari kemarin nampak menghadiri sidang perdana pembacaan surat dakwaan di pengadilan Negeri Watampone.

"Saya hanya ingin melihat jalannya sidang tersebut, pasalnya pasca penganiayaan beberapa waktu lalu, tak sedikit kejadian yang saya alami, mulai dari teror hingga upaya damai oleh sejumlah pejabat yang menginginkan kasus ini dihentikan" Ujar Takdir, Selasa 20 februari 2018.

Senada, Humas Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (Fk-LSM) Bone, Muh Rusdi menegaskan akan terus mengawal kasus penganiayaan tersebut, "Kita akan kawal, untuk memastikan agar tak ada yang bermain, utamanya oleh Jaksa dan Hakim, mereka harus netral" Tegas Rusdi.

Sebelumnya, Andi Takdir mengaku dikeroyok sejumlah oknum Pol-PP di lapangan merdeka Bone, saat sedang menyaksikan sekelompok remaja latihan menari pada 23 Desember 2017 lalu, sontak hal tersebut pun memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Sementara, dilansir lintasterkini.com, Andi Risnawati, saudara salah seorang tersangka, membantah perihal tersebut. Andi Risnawati menjelaskan, meski ia tak melihat peristiwa itu saat terjadi tapi dia yakin tak ada penganiyaan.

“Kalau misalnya pengeroyokan, jauh dari situ ya. Karena kalau pengeroyokan artinya kan mukanya bonyok. Padahal Andi Takdir tidak kenapa-kenapa. Kalau itu pengeroyokan mungkin mukanya tidak kembali normal,” kata Risna saat menggelar konferensi pers di Warkop de Journals, Makassar, Minggu, 28 Januari 2018 lalu.


Penulis: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini