Gelar Rapat Kordinasi Terkait Kisruh di Desa Koreiha





KOLUT,GLOBALTERKINI.COM- Kisruh di Desa Koreiha, terkait pemberitaan sebelumnya yang dimuat globalterkini.com, edisi 24 Maret 2018 lalu, tentang adanya keluhan soal pungutan terhadap gaji aparat yang disebut-sebut sebagai sumbangan, kini mulai mereda. Meski sebelumnya, permasalahan tersebut sempat menjadi perhatian banyak pihak dan memunculkan berbagai spekulasi.

Kepala Desa Koreiha, Andi Baharuddin, menghubungi redaksi globalterkini, guna malakukan klarifikasi sekaligus menyampaikan jika rapat kordinasi telah digelar pada  hari Selasa, 27 Maret 2018, yang dihadiri oleh ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Migo,  Bhintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Brigadir Ali Akbar, serta seluruh aparat Desa Koreiha.

Keterangan Andi Baharuddin, menyebut, jika masalah ini sudah dibahas dalam rapat dan di anggap selesai. Semua pihak yang hadir tidak lagi mempermasalahkan soal sumbangan tersebut dan sudah mengihklaskan. Mereka tidak berharap uang itu dikembalikan karena memang sudah di sumbangkan untuk pembangunan salah satu masjid. Ujar Andi Baharuddin.

"Jadi soal sumbangan, untuk ke depannya tidak ada lagi. Kecuali zakat penghasilan yang nilainya 2,5 persen per 1 juta, yakni 25 ribu rupiah. Dana zakat penghasilan ini dibanggap perlu dan memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam kondisi tertentu" tutur Andi Baharuddin, melalui klarifikasi via telepon, 
Kamis, 29 Maret 2018. 

Saya berharap, kata Andi Baharuddin, agar kesalah pahaman yang terjadi sehubungan dengan masalah ini, dapat memberi pelajaran berharga dan berbuat lebih baik ke depannya. Oleh karenanya, semua pihak diharapkan memberikan koreksi atau memperingati jika saya keliru atau melakukan kesalahan.  Pungkas Andi Baharuddin.

Penilis : Asri Romansa
Komentar

Berita Terkini