Pesantren Baitul Maqdis Gelar 'Mabit' Jelang Ramadhan


Kolut, GLOBAL TERKINI. COM - Suasana pesantren Baitul Maqdis di Desa Totallang, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), nampak begitu tenang dan damai. Hembusan angin pegunungan yang membelai kulit, terasa memberi kenyamanan dan rasa sejuk, sembari menikmati hutan alam serta bukit-bukit landai di sekitar lokasi pesantren Baitul Maqdis.

Sayup-sayup terdengar suara para santri melantunkan kidung religi dari salah satu sudut masjid. Sesekali terlihat senyum ramah dari santri yang melintas sesekali, sebelum globalterkini.com bertemu langsung dengan pimpinan pesantren. Kesan ketaatan dan kepatuhan santri mendengar arahan serta wejangan dari guru, tergambar jelas bagaimana karakter kesadaran disini sudah terbentuk. 

Tidak berselang berapa lama, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Maqdis, Saliudin Hasim, S.Pd.I,.M.Si, membuka perbincangan seputar kondisi pesantren saat ini. Program unggulan masih mengalir pada agenda pembelajaran Agama, dari pukul 14.00 sore hingga pukul 07.00 pagi. Sementara untuk pelajaran umum dimulai pada pukul 08.00 hingga 14.00.

Dari segi prestasi, puluhan penghargaan berupa piala, tampak terpajang disalah satu sudut ruang guru. Itu menjadi bukti jika kompetensi para santri sangat kompetatif dari berbagai bidang ilmu. "Satri jebolan pesantren Baitul Maqdis, memang di didik memiliki kemampuan dan saing yang tinggi agar bisa merambah dunia akademisi yang di unggulkan. Beberapa orang santri dari pesantren ini sudah masuk ke Perguruan Tinggi favorit yang ada di daerah lain. Bahkan sudah ada beberapa orang yang mengabdi sebagai Polisi" tutur Ustadz Saliuddin, Ahad 13 Mei 2018.

Dari perbincangan tersebut, ada hal menarik yang digelar secara berkala oleh pesantren Baitul Maqdis. Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, kegiatan 'Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit), digelar pada Rabu malam, 9 Mei 2018, empat hari lalu. Selain para santri, para guru dan akademisi, masyarakat juga ikut dalam kegiatan Mabit tersebut.

Menurut Ustadz Saliudin, kegiatan Mabit ini bertujuan membentuk kesiapan iman para peserta dalam menyambut bulan penuh berkah. "Kita benar-benar mempesiapkan diri untuk Ramadhan. Dimana Ramadhan sebagai bulan pensucian diri dan penuh pengampunan. Melaksanakan seluruh rangkaian ibadah secara khusuk, agar kita bisa kembali pada fitrah sebagai hamba Allah yang mendapatkan kemenangan" kata Ustadz Saliudin

"Spirit Mabit itu berawal dari kisah Rasulullah SAW dalam perang 'Badar'. Ketika itu pasukan muslim yang hanya berjumlah 300 orang, harus menghadapi pasukan musuh kaum Qurais dengan jumlah 1000 orang. Saat malam menjelang, Rasululllah mengajak para sahabat untuk melaksanakan shalat berjama'ah, melantunkan zikir dan ayat-ayat Al Qur'an. Tujuannya untuk meningkatkan iman da taqwa para sahabat untuk menghadapi pasukan musuh yang jumlahnya lebih banyak. Sehingga atas pertolongan Allah melalui para malaikat, pasukan musuh berhasil dibuat kocar kacir" ujar Ustadz Saliudin mengisahkan.

Rangkaian kegiatan yang dimulai pada sore hari, kata Ustadz Saliudin, yaitu Shalat berjama'ah, Berdo'a, Zikir bersama, Membaca Al Qur'an, dimana setiap santri ditarget untuk membaca 1 juz. Kemudian dilanjutkan dengan menyimak hapalan Al Qur'an. Melalui kegiatan menyimak Al Qur'an ini, diharapkan tumbuh kesadaran untuk memotivasi diri. Selanjutnya Shalat Tahajjud, Shalat subuh dan kembali zikir bersama, sebelum ditutup dengan kegiatan olah raga. Katanya

Inti dari semua rangkaian kegiatan Mabit ini adalah meningkatkan iman dan taqwa agar kita benar-benar siap menyambut bulan penuh kesucian. Tampa iman dan taqwa yang terbentuk sejak awal, tidak akan ada perubahan memasuki bulan suci Ramadhan. Pungkas Ustadz Saliudin. (Asri Romansa)

Komentar

Berita Terkini