Progres Revitalisasi Pertanian Kolaka Utara, Sudah Berjalan 30%



Kolut, GLOBAL TERKINI. COM - Dibalik pesimisme yang terbangun pada sebahagian kalangan, Dinas Pertanian Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap optimis dan bekerja keras sukseskan program Pemerintah daerah terkait revitalisasi pertanian. Kepala bidang perkebunan Dinas Pertanian, Muhammad Shadik, ST mengklaim progres kegiatan revitalisasi untuk tahun 2018, sudah berjalan hingga tiga puluh persen (30%)

Menurut Shadik, kegiatan yang sudah berjalan saat ini yaitu, penyediaan bibit, demonstrasi plot dan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan FGD adalah diskusi yang terfokus dari suatu kelompok masyarakat (petani) bersama Professor untuk membahas masalah tertentu dalam suasana informal dan santai. Ujar Shadik, saat ditemui diruang kerjanya, Senin 7 Mei 2018.

"Demonsrasi plot merupakan kegiatan para petani dalam menjawab keraguan masyarakat akan kemampuan dan kompetensi ketiga Professor. Nanti akan dibuktikan  pada 18 demplot yang tersebar di tiga wilayah, yakni dibagian utara, tengah dan selatan. Kata Shadik, dengan nada optimis

Melihat antusiasme masyarakat terhadap program ini, kami dari Dinas Pertanian sangat yakin akan keberhasilan program ini. Yang menjadi kendala ketika tidak ada optimisme yang terbangun dari masyarakat. Tapi faktanya, masyarakat sangat antusias mengikuti semua tahapan-tahapan dalam program ini. Apalagi terkait soal bibit, kami tidak berani merekomendasikan bibit yang belum disertifikasi oleh Pemerintah. Ujarnya

Terkorelasi dengan itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Ngatimo, ST mengamini jika program sudah berjalan sesuai rencana dan seimbang masing-masing bidang.  "Tanaman sela untuk mendukung program revitalisasi pertanian, Calon Petani Calon Lahan (CPCL) nya sudah siap. Sisa menunggu bibit dan perintah untuk bekerja begitu bibit siap di distribusikan" Jelas Ngatimo.

Dijelaskan, Bidang tanaman pangan mempersiapkan jenis tanaman sela seperti, jagung hibrida, jagung manis, talas dan padi kebun. Mengenai luas lokasi untuk tanaman sela ini, akan di kondisikan di masing-masing tiga wilayah yang ada di utara, tengah dan selatan. Ujar Ngatimo

Tercatat luasan lahan revitalisasi untuk tahun 2018 ini akan terealisasi hingga 7000 hektar. Masing-masing 3.200 hektar melalui APBD, 1.500 hektar untuk APBN dan sekitar 2000 hektar untuk program pertanian dari Dana Desa yang sudah dibahas sebelumnya.

Kendati demikian, Pemerintah Daerah sudah mencanangkan luasan revitalisasi seluas 43.000 hektar untuk tiga periode (3 tahun) dalam masa pemerintahan Nur Rahman Umar. Namun estimasi ini bisa saja berubah sewaktu-waktu. Rencananya, untuk pencanangan peremajaan perdana, akan dilakukan langsung oleh Dirjen Pertanian" tutup Shadik. (Asri Romansa)

Komentar

Berita Terkini