Ketua DPP AMPI : Jasa Ekspedisi DK Express Bandung Tak Profesional 


BANDUNG,GLOBALTERKINI.COM- Dalam memilih Biro Jasa Ekspedisi, masyarakat baiknya lebih berhati hati, terkadang keinginan tak sesuai dengan harapan, barang yang harusnya sudah ditangan, kadang hilang entah ke alamat siapa.

Hal inilah yang dialami Ketua DPP AMPI Andi Yuslim Patawari (AYP) atau yang lebih dikenal Kalloloe saat menggunakan jasa PT Dakota Indonesia Express (DK Express)


Hal tersebut kata Yuslim, bahkan bukan hanya kali ini saja dialaminya, "Parahnya, saat dikonfirmasi mereka justru memberikan penjelasan yang simpang siur dan tidak jelas, jelas ini kelalaian hingga terus terulang dan merugikan pelanggan" Katanya, Sabtu 9 Juni 2018.

Masih kata Yuslim, PT Dakota Indonesia Express yang bergerak dibidang layanan biro jasa pengiriman kargo, beralamat di Jl Gunung Batu No.59 A Bandung ini tak profesional.

Pasalnya, barang berupa pakaian seberat 73 kilogram yang di kirimnya sejak 30 April 2018 lalu dari Bandung Jawa Barat dengan tujuan Makassar, hingga saat ini belum ada, bahkan saat ditanyakan kepihak pengirim, mereka justru tak memberi solusi, bahkan saling lempar tanggung jawab dan menyalahkan pihak penerbangan Garuda.

Hingga saat ini lanjut Yuslim, tak ada penjelasan secara pasti terkait keberadaan barang kirimannya tersebut.

"Mereka lalai dan tak profesional, masa barang dikirim sudah lebih sebulan hingga kini belum sampai, saya tak mau tahu, tak usah ganti rugi, saya mau barang itu kembali. Saya juga menghimbau bagi masyarakat yang ingin gunakan  jasa pengiriman PT Dakota Indonesia Express sebaiknya dipikir pikir lagi, agar tak menjadi korban selanjutnya" Ujar Yuslim kesal.

Yuslim yang juga Ketua LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) BNSP jakarta ini pun
meminta kepada Kementerian Perhubungan agar mengevaluasi tenaga kerja yang bekerja di Maskapai dan pihak Ekspedisi agar tak merugikan konsumen.

Sementara itu saat di konfirmasi via WhatsApp, pihak Ekspedisi mengatakan, "Semua permasalahan sudah kami sampaikan kepengirim (Aidil) di Bandung, maaf saya lagi meeting.. !!" Katanya.

Atas kelalaian PT Dakota Indonesia Express Yuslim mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. (An)

Editor: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini