Kisruh Kematian Bayi, Pj Bupati Perintahkan Dinkes Lakukan Investigasi


BONE,GLOBALTERKINI.COM- Kasus tak tertolongnya nyawa bayi lantaran tak segera mendapat penanganan medis di teras Puskesmas Kading, Kecamatan Barebbo, Bone Sulawesi Selatan menyita perhatian sejumlah pihak.

Peristiwa itu disebut sebut merupakan gambaran buruk pelayanan kesehatan di kota beradat bumi Arung Palakka.

Sukirman (41) yang merupakan ayah dari sang bayi pun tak kuasa menahan kecewa atas apa yang menimpa bayi dan istrinya.

"Kalau bisa, aturan yang mengharuskan masyarakat bersalin di puskesmas itu dihapuskan saja, apa jadinya kalau sudah begini, dibawa ke puskesmas juga tak ada yang melayani" Kata dia, Senin 20 Agustus 2018.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Bone Andi Bakti Haruni, yang dikonfirmasi via WhatsApp, minggu 19 Agustus kemarin pun mengaku prihatin setelah mengetahui peristiwa tersebut.

"Iye Kadis kesehatan sudah saya perintahkan untuk investigasi/telusuri" Tutur Bakti Haruni.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bone, dr Hj Andi Kasma Padjalangi melalui telepon mengaku telah mengetahui hal itu dari penjabat Bupati dan saat ini masih menyelidiki laporan tersebut.

"Setahu saya di desa kading itu memang tak ada puskesmas rawat inap, terus masalah denda, itu tak ada, hanya peraturan memang tak membenarkan persalinan di rumah" Ujarnya.

"Terkait hal itu, saya sudah suruh panggil semua, mulai dari kepala puskesmas hingga bidannya, nanti kita lakukan audit, kalau terbukti ada kesalahan tentu akan ada sanksi, tapi korban ini juga, seharusnya begitu merasa hendak melahirkan dia segera panggil bidan" Tambahnya.

Sebelumnya, lantaran takut didenda karena melahirkan di rumah, Nurdiana (38) terpaksa harus melahirkan di teras Puskesmas Kading dalam keadaan gelap gulita tanpa bantuan medis. Akibatnya, Nurdiana harus rela kehilangan bayinya sesaat setelah melahirkan.

Penulis: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini