Kasus Penganiayaan Oknum TNI Berakhir Damai, Korban Minta Pelaku Pindah


BONE,GLOBALTERKINI.COM- Kisruh terkait penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI Serka Lasunardin, Babinsa Ramil 1407-21 Palakka, terhadap Wawan (19) pada 31 Agustus lalu berakhir damai.

Demikian diungkapkan, Kapenrem 141 Toddopuli, Mayor Inf Mansur dalam rilisnya, Rabu 19 September 2018.

"Kedua belah pihak sepakat damai secara kekeluargaan, mengingat mereka masih ada hubungan keluarga. Setelah menandatangani surat pernyataan damai, mereka sepakat akan mencabut laporan masing masing, Wawan cabut laporan di Denpom Bone dan Serka Lasunardi mencabut laporan di Polsek Ulaweng" Kata dia.

"Hasil Koordinasi Danramil 1407-21 Palakka dengan Kapolsek Palakka, kasus yang dialami oleh Wawan bersama 3 orang terlapor lainnya yang diduga sempat melakukan pengancaman terhadap Lasunardin, dianggap selesai karena kedua belah pihak menyetujuai berdamai" Tambahnya.

Penandatanganan pernyataan damai yang dilakukan di Kantor Unit Intel Kodim 1407, Jl Lapatau, Bone Sulawesi Selatan tersebut, disaksikan langsung Letkol Inf Mustamin Dandim 1407/Bone, Kapten Inf Samsul B Danramil 1407-21/Palakka, Letda Inf Bakri Dan Unit 1407/Bone, Pelda Macmur Dansub 1 Unit Intel Dim 1407/Bone, Semmi (Ayah Wawan), Hardiman (Kakak kandung), Rustan dan Sapri (Ipar).

Terpisah, Semmi saat dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut, menurutnya, kesepakatan itu disetujuinya dengan beberapa syarat, diantaranya agar Lasunardin mau menjual rumahnya untuk pindah dan tak kembali lagi ke Desa Pasempe.

"Saya tak mau lagi liat dia (Lasunardin) di Pasempe, kalau istrinya tak ada masalah. Sebelumnya, sempat juga saya minta uang Rp 12 juta untuk santunan ke anak anak, tapi tak disanggupi, dia hanya menyanggupi 5 juta saja, selang beberapa waktu akhirnya dia mau, tapi saya lagi yang tak mau, itu saya lakukan karena sebelumnya Dandim pernah meminta agar saya mengungkapkan keinginan saya, dan itulah keinginan saya" Kata dia.

Sebelumnya, pihak Wawan sempat berkeras ingin Lasunardin diproses secara hukum, atas tindakan penganiayaan yang dilakukannya hingga menyebabkan bibir korban mengeluarkan darah, setelah sebelumnya menabrak tanpa sengaja.

Tak sampai disitu, akibat kejadian tersebut, korban (Wawan) harus kehilangan ibunya, lantaran diduga shock melihat kondisi anaknya berlumuran darah.

Penulis: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini