Kisruh Kematian Bayi Ditangani P2TP2A, Pihak Puskesmas Kading Minta Maaf


BONE,GLOBALTERKINI.COM- Setelah bersengketa cukup lama, kisruh terkait kematian bayi Nurdiana di teras Tempat Pelayanan Persalinan (TPP) UPTD Puskesmas Kading beberapa waktu lalu. Akhirnya, berakhir damai.

Kesepakatan itu diambil, usai kasus tersebut ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang kemudian melakukan upaya mediasi. Setelah sebelumnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Mediasi dilakukan di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Jl Jend. Ahmad Yani, Bone Sulawesi Selatan. Dipimpin langsung Kepala Dinas P3A, Andi Nurmalia.

"Iya tadi sudah kita mediasi dan pihak puskesmas sudah minta maaf, mereka juga berjanji akan melakukan evaluasi dan memperbaiki pelayanan. Selain pihak puskesmas dan korban, mediasi juga dihadiri pihak dari Dinas Kesehatan" Ujar Nurmalia, Kamis 27 September 2018.

Senada, Kepala Puskesmas Kading dr Kasmawar Abbas yang dikonfirmasi usai mediasi mengatakan.

"Kita sudah saling memaafkan dan persoalan ini sudah berakhir dengan damai, kami meminta maaf jika terkait pelayanan dirasa ada yang kurang berkenan, yang namanya manusia pasti ada kekurangan dan ini juga merupakan bahan untuk kita melalukan perbaikan" Kata dia.

Terpisah, Koordinator Advokasi hukum dan pendampingan, Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone, Martina Majid mengaku lega dengan hal itu.

"Kami hanya menginginkan yang terbaik bagi masyarakat, mereka perlu mendapatkan hak nya" Ujar wanita berparas cantik tersebut.

Sementara itu, Nurdiana (korban) didampingi suami dan Ipar mengaku ikhlas dan telah memaafkan pihak puskesmas terkait pelayanan yang dinilainya buruk, hingga menyebabkan bayinya meninggal.

"Kalau pihak Puskesmas, kami sudah maafkan, hanya saja masih ada oknum Kader Desa di Watu sering meneror kami. Beberapa waktu lalu, usai melaporkan hal ini ke kepolisian, dia mendatangi keluarga dan mengatakan agar kami siap siap, karena yang kami lawan bukan orang bodoh, tapi pemerintah, terkait hal itu kami minta Kepala Desa segera menyikapi" Ungkap Asih, Ipar Korban.

Penulis: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini