Melalui Pelatihan KID, Tingkatkan Kualitas SDM Desa di Bidang Infrastruktur


BONE,GLOBALTERKINI.COM- Untuk memaksimalkan pendampingan dan pembinaan, khususnya di Kecamatan Ponre, Bone Sulawesi Selatan. Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) dan Pendamping Desa Teknik infrastruktur (PDTI) serta Pendamping Lokal Desa (PLD) se Kecamatan ponre menggelar pelatihan Kader Infrastruktur Desa (KID).

Kegiatan yang digelar tanggal 25 hingga 27 Agustus di The Novena Hotel, Jl Ahmad Yani tersebut dianggap sangat penting demi kemajuan dan mandirinya sebuah desa, 

"Kedepan desa akan menemukan banyak tantangan berat, ini dikarenakan besarnya anggaran yang akan dikelola secara mandiri oleh desa, maka dibutuhkan kader yang faham bagaimana memanfaat kan anggaran untuk membangun infrastruktur desa yang berkualitas" Ujar fasilitator yang juga PDTI Kecamatan Ponre, Nursyaril ST,  Sabtu 1 September 2018.


Selain itu kata dia, digelarnya kegiatan tersebut juga tak lepas dari dampak keberadaan Pendamping Desa Teknik infrastruktur (PDTI) yang sangat minim ditiap daerah, dikarenakan tingkat SDM atau kelulusan Sarjana Teknik Sipil / Arsitektur yang masih sedikit.

"Setelah disahkannya UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa, maka memang dibutuhkan kader infrastruktur di semua desa dan hal itu menjadi wajib, kader ini adalah warga desa yang terpilih secara musyawarah dan berkompeten dibidangnya untuk membantu pengelolaan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban fisik dan pemeliharaan dalam desa" Terangnya.

Pelatihan tersebut dipandu oleh Julhan dan Herniati selaku moderator. Menghadirkan narasumber dari pemerintah terkait, diantaranya, BPMD Bidang Perencanaan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan steckhoulder terkait serta beberapa instruktur teknis.

"Konsep pemberdayaan masih perlu dikaji ulang, mengingat selama ini kita lebih fokus pada pembangunan sarana prasarana tanpa memikirkan bagaimana membangun manusianya, maka melalui pelatihan ini, semoga menghasilkan KID yang lebih mandiri dan tak lagi ketergantungan pada pihak lain, pelatihan kita fokuskan pada materi survey dan cara menggambar secara manual per titik serta perhitungan konstruksi sederhana, baik penyampaian secara teori maupun praktek (simulasi) lapangan" Kata Nursyaril.

"Diharapkan, hasilnya sudah dapat diaplikasikan pada tahun anggaran 2018 dan seterusnya, agar matang dalam perencanaan, pelaksanaan dan administrasi fisik" Tambahnya.

Penulis: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini