Tower Triangle Eks Penerangan Rubuh, 1 Meninggal 2 Kritis




Bone, Globalterkini.com - Sekira pukul 14.00 siang tadi, Selasa 11 September 2018, tiga Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (SKIP), mengalami nasib naas. Ketiganya jatuh saat memanjat tiang pemancar radio (tower triangle), eks milik penerangan yang sudah tidak terpakai. Saat memanjat, tiang tower tersebut patah dan rubuh. Satu korban dinyatakan meninggal dunia,  dan dua lainnya dalam kondisi kritis dan masih dirawat intensif di RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone.

Keterangan yang berhasil dihimpun globalterkini.com, menyebut, korban meninggal bernama Muhammad Akbar alias Derik (25). Sementara dua lainnya masing-masing, Rahmatun Nair alias Ampang (20) dan Muhammad Saprijal alias Walka (22), mengalami patah tulang dan kritis.

Menurut keterangan salah seorang saksi, ketiga korban berencana hendak membongkar tiang tersebut atas permintaan warga, karena di anggap menghalangi pembangunan masjid yang ada di sekitaran tower, jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone. 
Beberapa pekan sebelum kejadian, kesepakatan biaya terkait pembongkaran tiang tersebut sudah dilakukan antara para korban dengan seorang warga bernama Jamaluddin, yakni sebesar 3 juta rupiah. Setelah dana tersebut sudah siap, Jamaluddin selaku pengurus masjid, menghubungi ketiganya untuk dilakukan pembongkaran. Namun sayang, hari itu menjadi hari yang naas bagi ketiganya.

"Diduga tower itu patah lalu ambruk karena tidak mampu menampung bobot ketiganya. Ketinggian tower sekira 30 meter ini, kemungkinan kondisinya memang sudah rapuh sehingga rubuh saat ketiga korban sedang memanjat untuk melakukan pembongkaran" Ujar Jamaluddin saat ditemui di masjid tersebut. 

Sementara itu, hasil klarifikasi kepada Jamaluddin juga menyebutkan, jika pihak pemerintah bersama pihak kepolisian berencana akan mengunjungi korban besok. 

Penulis : Abdul Salam/tim
Editor  : Redaksi
Komentar

Berita Terkini