Kunjungi Paguyuban Warga Jawa Sumatera, Ini Harapan Presiden RI

 
Deli Serdang, Globalterkini.Com - Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Bupati Serdang Bedagai     Ir. H. Soekirman, melakukan silaturrahim ke Paguyuban Warga Jawa - Sumatera. Silahturahim tersebut di laksanakan di gedung olahraga (GOR) Lubuk Pakam, Deli Serdang, Minggu 7 Oktober 2018.                                                
Selain Presiden dan Bupati Sergai, tampak hadir pula Gubernur Sumatera Utara, Edy Ramayadi, Unsur FKPD Provinsi Sumatera Utara serta Ribuan warga Jawa Sumatera. 

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, Indonesia adalah negara besar, maka tidak mengherankan jika banyak orang Jawa yang hidup di Sumatera Utara, dan begitu pula sebaliknya, banyak orang Sumatera Utara hidup di Jawa. Sebab Indonesia memimiliki beragam suku dan budaya, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote. Kita merupakan bangsa yang besar jangan mau di pecah belah oleh berita-berita hoax dengan isu sara yang belum tentu kebenarannya. Tegas Joko Widodo.

Kita harus bisa menghargai perbedaan, lanjut Jokowi. Jangan sampai bangsa Indonesia terpecah belah karena perpedaan pendapat dalam berdemokrasi. Dan kita harus bersatu untuk NKRI agar kita dapat bersaing dengan negara lain. Jangan sampai karena beda Bupati, Gubernur, Presiden, Walikota yang tiap 5 tahun digelar pemilihannya, membuat kita terpecah belah gara-gara berbeda pilihan dan berbeda pendapat. Kita harus tetap bersatu sebagai bangsa yang berdaulat berdasarkan Demokrasi Pancasila. Ujarnya.

Usai Silaturahim, Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman, memaparkan, Pemerintah daerah mendapatkan pedoman dalam  menjaga persatuan dan kesatuan. Bahwa kita tidak perlu terpecah belah oleh pelaksanaan pesta demokrasi yang digelar setiap 5 tahun. Baik itu pemilihan Bupati, Gubernur, Legislatif maupun pemilihan Presiden. Yang terpenting adalah, rakyat harus cerdas dan tidak terpancing provokasi. Karena sekarang banyak orang yang menyebarkan berita tidak benar, fitnah dan sebagainya yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kata Soekirman.

Budi Lubis
Editor : Redaksi
Komentar

Berita Terkini