LSM Desak Oknum Polisi Terlibat Tambang Ilegal Ditindak, Kapolres: Pasti Diberi Sanksi

  Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim.

Bone, Globalterkini.Com- Mencuatnya dugaan keterlibatan oknum polisi dalam pengelolaan tambang tak berizin (ilegal) di Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, Bone Sulawesi Selatan, akhirnya mengundang reaksi sejumlah pihak.

Salah satunya, Ketua Lembaga Anti Korupsi dan Kriminal Indonesia ( Lakki ) Andi Abu Mappa, dia mendesak pihak Kepolisian Resort (Polres) Bone, menindak anggotanya jika terbukti hal itu benar.

"Kapolres harus tegas bertindak, jika terbukti itu benar, jangan sampai malah menimbulkan kesan, orang lain yang berbuat, cepat ditindak, sementara anggotanya yang berbuat malah di diamkan (Pilih kasih)" Ujar Andi Abu, dihubungi via telepon seluler, Sabtu 3 November 2018.

Senada, Ketua LSM Lapatau, Anshari, mengatakan, "Sebagai penegak hukum, harusnya, oknum ini lebih mengerti yang dia lakukan, salah atau benar. Tak ada larangan melakukan penambangan, hanya saja, ada beberapa hal perlu diperhatikan, agar kegiatan penambangan tak merusak lingkungan, utamanya jalan yang dilalui mobil pengangkut hasil tambang" Katanya.

Masih kata Anshari, perlu pula diperhatikan, apakah (kegiatan tambang) itu tak merusak ekosistem kehidupan lingkungan. Sehingga sangat perlu mendapatkan ijin operasi, layak atau tidak.

"Apalagi, seorang polisi sebaiknya bisa jadi contoh, karena ada dampak yang ditimbulkan, dan itu bisa mempengaruhi citra organisasi" Tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan pengakuan Rusman, pengelola tambang, yang sempat bersitegang dan mengusir wartawan dengan kata kata tak senonoh di lokasi. Dirinya hanya mengelola lahan, sedangkan peralatannya dikelola oknum polisi berpangkat Aiptu yang diketahui bernama Andi Ripai dan merupakan anggota intel di Polres Bone.

"Saya tau ji apa yang kamu cari. Rata-rata wartawan maupun LSM yang datang, cuma uang. Kalau sudah dikasi, mereka diam" Kata Rusman dengan beberapa rekannya saat itu.

Menanggapi ocehan Rusman tersebut, Ketua Ikatan Jurnalis Bone (IJB) Andi Kadir, turut merasa geram dan meminta aparat kepolisian segera bertindak.

"Ini sudah pelecehan terhadap profesi jurnalis, jika pun benar ada yang demikian, itu oknum, jadi jangan samakan, baiknya polisi segera bertindak, jangan terkesan ada pembiaran" Pinta pria yang akrab disapa Andika itu.

Terpisah, Kapolres Bone, AKBP Kadarislam memastikan akan memberikan sanksi tegas, bagi siapa saja anggotanya yang terlibat tambang ilegal.

"Saya sudah berapa kali sampaikan ke anggota, bagi yang coba coba main tambang, siap siap dikenakan sanksi, terkait kasus ini, saya sudah minta Kasat Intel untuk buat laporan, baru segera kita tindak" Tegas Kadarislam.

Sementara, Andi Ripai yang dikonfirmasi sehubungan hal tersebut mengatakan, "Saya sudah dapat laporan kalau kita dari lokasi tambang. Katanya kita mau laporkan. Silahkan lapor sampai dimana" Katanya.

Penulis: Indra Mahendra
Komentar

Berita Terkini