KODEINDONESIA BONE-- Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyebutkan bahwa Kabupaten Bone masuk dalam 3 besar sebagai kabupaten dengan harga cabe terendah di Indonesia. Inflasi di Kabupaten Bone tercatat di angka 0,91 persen pada Januari 2026.
Menurut Bupati Bone, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Hitungan year on year Januari 2025, Bone mengalami deflasi -56% akibat diskon tarif listrik 50% dan selisih harga emas dari Januari 2025 ke 2026 yang sangat jauh.
2. Untuk bahan-bahan pokok, semua turun kecuali harga ikan. Penurunan harga ini disebabkan oleh musim, namun harga ikan justru meningkat karena musim
Bupati Bone juga menyebutkan bahwa bahan bakar rumah tangga tidak mencukupi akibat meningkatnya permintaan di bidang pertanian dan penggunaan UMKM. Namun, pemerintah telah melakukan upaya pemantauan oleh Satgas LPG untuk mengantisipasi kenaikan harga.
"Alhamdulillah, Bone masih bisa menjaga inflasi di angka 0,91 persen. Kami akan terus memantau dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kestabilan harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Bone.
Pemerintah Kabupaten Bone juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan bahan pokok, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan inflasi dapat terus terkendali dan masyarakat dapat menikmati harga yang stabil dan terjangkau.