KODEINDONESIA BONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menerima audiensi Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Sulawesi Selatan terkait pengusulan peningkatan status Pos Basarnas menjadi Kantor Basarnas Kabupaten Bone.
Pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Rujab Bupati Bone, Jalan Petta Ponggawae, Jumat (6/5/2026).
Kepala Operasi Basarnas Sulawesi Selatan Andi Sultan, SE mengatakan koordinasi dengan Bupati Bone bertujuan meminta dukungan penuh untuk peningkatan status dari Pos Basarnas Bone menjadi kantor.
“Selanjutnya akan bergeser ke Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Palopo, Luwu di pesisir Teluk Bone. Tujuannya sama, karena saat ini masih berstatus pos. Untuk Bone akan mengcover wilayah timur, khususnya perairan Teluk Bone,” ujarnya usai pertemuan.
Andi Sultan menjelaskan peningkatan status dari pos menjadi kantor dibutuhkan untuk memperkuat respons dalam pelaksanaan operasi SAR skala besar.
“Operasi besar membutuhkan personel dan peralatan yang lebih memadai. Peningkatan status ini penting mengingat luasnya cakupan dan kompleksitas potensi kedaruratan di Sulawesi Selatan, terutama wilayah perairan Teluk Bone,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Bone. Ke depan, Basarnas dan Pemkab Bone merencanakan pelatihan-pelatihan khusus pertolongan pertama bagi masyarakat pesisir dan nelayan.
“Mungkin lokasinya mandiri. Pelatihan pertolongan pertama ini untuk masyarakat pesisir dan nelayan. Ini untuk mempersiapkan dan mendukung unsur peningkatan status sekaligus memperkuat respon cepat di lapangan,” kata Andi Sultan.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyatakan sangat setuju dan mengapresiasi usulan tersebut. Ia menegaskan Pemkab Bone akan mendukung sepenuhnya pengembangan status Pos Basarnas menjadi Kantor Basarnas.
“Pemerintah daerah mendukung penuh. Peningkatan status ini penting untuk mempercepat layanan SAR, terutama di wilayah perairan Teluk Bone yang rawan dan padat aktivitas nelayan,” tegas Bupati.
Dengan adanya Kantor Basarnas di Bone, diharapkan waktu tanggap darurat semakin cepat, personel dan sarana prasarana lebih memadai, serta koordinasi penanganan musibah di wilayah timur Sulawesi Selatan semakin optimal.