KODEINDONESIA,BONE -- Harapan warga yang setiap hari melintasi ruas jalan dari Perempatan Cellu menuju Kantor Lurah Toro atau ruas jalan Sungai Berantas dan ruas Jalan Panyula-Toro perlahan mulai terjawab. Jalan yang dulunya dikenal karena kerusakannya yang parah, kini mulai berubah wajah. Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) tengah melakukan pengerjaan intensif demi memperbaiki akses vital tersebut.
Selasa (29/7), Pj. Sekda Bone H. A. Saharuddin, S.STP., M.Si bersama Kepala Dinas BMCKTR Kabupaten Bone turun langsung ke lokasi. Tak sekadar kunjungan simbolik, keduanya mengecek satu per satu progres pekerjaan, mulai dari tahapan direpail, pengukuran kepadatan atau sandcone, hingga pembangunan talud di ruas Toro-Panyula.
“Kami datang bukan hanya memantau, tapi memastikan bahwa pengerjaan jalan ini benar-benar sesuai dengan prosedur teknis. Ini perintah langsung dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin,” ujar Saharuddin kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, Pemkab Bone tidak ingin sekadar menjawab keluhan masyarakat melalui perbaikan fisik semata. Lebih dari itu, kualitas jalan harus bisa menjawab kebutuhan jangka panjang warga.
“Kami ingin menjawab harapan masyarakat dengan standar terbaik, sesuai dengan spesifikasi dari Kementerian PUPR. Karena itu kami juga mengajak masyarakat ikut mengawasi bersama. Jangan ragu menyampaikan jika ada yang kurang,” lanjutnya.
Ruas ini sebelumnya menjadi keluhan banyak warga. Jalan berlubang, genangan air saat hujan, dan debu saat kemarau membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari pelajar, pedagang, hingga aparat kelurahan. Kini, tanda-tanda perubahan mulai terlihat. Aspal yang mulai diratakan dan talud yang perlahan berdiri membawa semangat baru bagi warga sekitar.
Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa pembangunan bukan sekadar janji. Pemerintah Kabupaten Bone menaruh perhatian penuh terhadap keluhan warga, tidak hanya di kota, tetapi hingga ke pelosok kelurahan. Dengan pembangunan yang tepat dan pengawasan yang partisipatif, akses jalan di Kecamatan Tanete Riattang Timur ini tidak hanya diperbaiki, tapi ditingkatkan kualitasnya.
“Yang penting bukan hanya mulusnya jalan, tapi juga kekuatan dan daya tahan. Inilah makna pembangunan yang berkualitas,” pungkas Saharuddin.
Sementara itu, Kepala Dinas BMCKTR Bone, H. Askar, ST., M.Si, mengungkapkan bahwa pekerjaan ruas Jalan Sungai Brantas poros perempatan Cellu menuju Kantor Lurah Toro sudah mulai berjalan. Dengan panjang dua kilometer, proyek ini melibatkan tahap-tahap teknis yang ketat untuk memastikan kualitas hasil akhir.
“Sebelum pengaspalan dilakukan, jalan direpair terlebih dahulu sedalam 15 cm, kemudian dilanjutkan dengan repair kelas A setebal 20 cm. Jadi di titik-titik tertentu, ketebalannya bisa mencapai 35 cm. Setelah itu, dilakukan pengecekan kepadatan tanah atau sand cone test,” jelas H. Askar.
Pengecekan ini merupakan bagian dari Paket 01 DAU Ruas Jalan Sungai Brantas, yang juga mencakup lapisan pengaspalan setebal 6 cm guna memastikan permukaan jalan tahan terhadap beban kendaraan jangka panjang.
Sementara itu, ruas jalan Panyula–Toro dengan panjang sekitar 1,8 kilometer diawali dengan pembangunan talud sebagai fondasi pengaman konstruksi jalan dari kemungkinan longsoran atau erosi. Langkah ini menunjukkan perhatian terhadap aspek teknis dan lingkungan secara menyeluruh.
Total anggaran yang digelontorkan untuk kedua pekerjaan jalan ini mencapai kisaran Rp15,5 miliar. Dana ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan alokasi anggaran untuk infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Dengan kualitas jalan yang baik, tentu akan berdampak pada peningkatan mobilitas warga, akses pelayanan publik, serta geliat ekonomi lokal,” tambah H. Askar.
Warga yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berlubang mulai menyambut baik proyek ini. Jalan Sungai Brantas, yang merupakan akses penting menuju pemukiman dan kantor kelurahan, telah lama menjadi prioritas usulan masyarakat setempat.
Dengan pembangunan yang terus berjalan, Kabupaten Bone menegaskan langkahnya untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur dasar yang berkualitas, berkelanjutan, dan tepat sasaran. (*)