Bupati Bone Bacakan Amanat Kapolri operasi ketupat 2026


KODEINDONESIA BONE-- Sebanyak 84 personel disiagakan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat untuk mengamankan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama periode Lebaran di Kabupaten Bone. Dalam operasi ini, aparat juga mendirikan empat titik pos yang tersebar di sejumlah lokasi strategis guna memastikan keamanan, kelancaran lalu lintas, serta pelayanan bagi para pemudik.

Pos tersebut terdiri dari satu pos terpadu, tiga pos pengamanan, dan satu pos pelayanan. Pos terpadu didirikan di kawasan Taman Arung Palakka yang menjadi salah satu pintu masuk utama pemudik ke Kabupaten Bone. Sementara itu, pos pengamanan ditempatkan di beberapa titik keramaian, yakni di kawasan BTC, Lapri, dan Ajangale. Selain itu, satu pos pelayanan juga didirikan di Pelabuhan Bajoe untuk melayani masyarakat yang menggunakan jalur laut.

Kasat Lantas Polres Bone, AKP Musmulyadi SPdI, mengatakan bahwa pos-pos tersebut didirikan dengan mempertimbangkan arus mudik. "Jika terjadi kemacetan, petugas di pos terdekat dapat segera melakukan backup untuk mengurai kepadatan," katanya.

Operasi Ketupat ini diharapkan dapat membuat arus mudik dan aktivitas masyarakat selama perayaan Idulfitri di Kabupaten Bone berjalan aman, tertib, dan lancar. Sebelumnya, Kepolisian Resor Bone menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat-2026" dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, membacakan amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan langkah strategis untuk menjamin keamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri dan masa libur Lebaran. "Guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri dan libur Lebaran, Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat-2026 selama 13 hari, mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan," katanya.
Komentar

Berita Terkini