APKESMI Bone Gelar Pelantikan PAW dan Seminar Mutu Puskesmas Berbasis ILP


KODEINDONESIA BONE — Dewan Pengurus Cabang Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) Kabupaten Bone menggelar pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2024–2029. Kegiatan dirangkaikan dengan seminar sehari bertema “Manajemen Mutu Puskesmas Berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP)”.

Acara berlangsung di Hotel Novena, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan dihadiri Ketua DPW APKESMI Provinsi Sulawesi Selatan dr. H. Muhammad Yunus, Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Bone, Ketua DPC APKESMI Kabupaten Bone H. Marzuki, SKM., L M.Kes., pimpinan perguruan tinggi, kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Bone, pengurus DPC APKESMI yang baru dilantik, serta ketua organisasi profesi kesehatan.
Bone H. Andi Asman Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus baru. Menurutnya, amanah yang diberikan bukan tugas ringan melainkan tanggung jawab besar untuk terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Bone yang sehat, produktif, dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yaitu Bone Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan,” tegas Bupati.


Bupati berharap kepengurusan DPC APKESMI Kabupaten Bone yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu layanan puskesmas. Pengurus didorong untuk melahirkan inovasi pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat, memperkuat sinergi antar puskesmas, dinas kesehatan, serta pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Saya juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal prosedur, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan keikhlasan dalam melayani masyarakat. Jadikan setiap puskesmas sebagai tempat yang ramah, nyaman, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya transformasi layanan dari sistem manual ke elektronik. Puskesmas harus memiliki daya aktivasi dan kekuatan untuk bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

“Pengurus harus menjadi motor penggerak mutu layanan puskesmas, pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan kesehatan di wilayah masing-masing,” tambahnya.


Ketua DPW APKESMI Sulsel dr. H. Muhammad Yunus menyebut seminar manajemen mutu berbasis ILP penting untuk menyamakan persepsi dalam penerapan integrasi layanan primer di seluruh puskesmas. Ia berharap pengurus baru dapat membangun kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.

Pelantikan PAW DPC APKESMI Bone diharapkan memperkuat peran organisasi dalam akselerasi peningkatan mutu layanan kesehatan tingkat dasar di Kabupaten Bone.
Komentar

Berita Terkini