KODEINDONESIA BONE-- CIROWALI — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman meresmikan penggunaan irigasi air tanah untuk kegiatan optimalisasi lahan tadah hujan di Desa Cirowali, Kecamatan Barebbo, Jumat (1/5/2026).
Program ini merupakan langkah awal Pemerintah Kabupaten Bone bersama pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan pembangunan ekonomi melalui penguatan sektor pertanian.
Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman, Sekda Bone A. Fajaruddin, Kepala Dinas PSDA Kasdar Mahmud, serta jajaran OPD lainnya.
Bupati menjelaskan, pembangunan 13 titik irigasi air tanah ini merupakan usulan dari Dinas Sumber Daya Air. Satu titik jaringan mampu mengairi lahan seluas 23 hingga 30 hektare.
“Ini program perdana. Satu titik irigasi ini mengairi 23-30 hektare. Anggaran per titik sekitar 1 miliar lebih. Total ada 13 sumber mata air yang dibangun untuk mengairi lahan di kawasan Desa Cirowali, Kecamatan Barebbo,” ujar Bupati saat membuka kran di titik pertama.
Ia menambahkan, setelah pompa induk dinyalakan, air langsung mengalir ke lahan pertanian warga. “Alhamdulillah airnya sudah keluar dan bisa dimanfaatkan petani,” katanya.
Bupati menegaskan program ini merupakan dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PU. Dari beberapa titik di Indonesia, Kabupaten Bone mendapat alokasi 13 titik.
“Intinya program ini untuk penguatan sarana dukungan air bagi lahan tadah hujan. Ini bagian dari program ketahanan pangan. Penerima manfaat di sini dipastikan dari program IP 100,” jelasnya.
Ke depan, Bupati berharap lahan tersebut bisa didorong menjadi IP 400 atau tanam tiga kali dalam setahun. Ia meminta seluruh pihak melakukan edukasi agar program ini bisa dilanjutkan melalui APBD I maupun APBD II.
“Program ini sangat baik dan bisa meningkatkan penghasilan pendapatan masyarakat. 13 titik ini sebagai percontohan untuk tahun ini dari program Kementerian PU,” tambahnya.
Bupati menyebut sistem tata kelola irigasi nantinya akan diserahkan dari Kementerian PU dan Balai ke Pemda Bone. Pengelolaan akan melibatkan P3A, Dinas PSDA, dan jajaran terkait.
Bupati berpesan agar sarana yang sudah dibangun diutamakan pemeliharaan dan pemanfaatannya. “Semoga berhasil dan betul-betul bermanfaat bagi petani,” tutupnya.
Pembangunan jaringan irigasi air tanah ini diharapkan menjadi solusi ketersediaan air bagi petani di musim kemarau serta meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tadah hujan Kabupaten Bone.