KODEINDONESIA BONE — Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Kabupaten Bone mengajak pelajar aktif melawan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi serta penguatan peran sekolah dan keluarga.
Forbes menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini tentang bahaya narkoba sekaligus mendorong pelajar menjadi agen perubahan di lingkungannya. Sekolah dinilai berperan strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan diri generasi muda.
*Guru dan Orang Tua Garda Terdepan*
Ketua II Forbes Anti Narkoba Bone, Akmal Kimal, menegaskan peran guru dan orang tua sangat krusial dalam pencegahan.
“Guru dan orang tua adalah garda terdepan. Anak-anak perlu didampingi dan diajak berdialog agar tidak salah pergaulan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, pengawasan, komunikasi terbuka, dan keteladanan menjadi faktor utama agar anak tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
Ia menyoroti kasus pelajar yang terpapar narkoba bukan hal baru. Sejumlah pelajar di berbagai daerah dilaporkan terjerat penyalahgunaan narkotika, yang berdampak pada putus sekolah, gangguan kesehatan, hingga masalah hukum. Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak.
*Edukasi Intens ke Sekolah-sekolah*
Sebagai langkah konkret, Forbes Anti Narkoba Bone intens melakukan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Kabupaten Bone. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada pelajar tentang bahaya narkoba serta cara menghindarinya sejak dini.
Di sekolah, guru diharapkan mampu mengenali perubahan perilaku siswa, seperti penurunan prestasi atau perubahan sikap. Sementara di rumah, orang tua diminta lebih aktif mengawasi pergaulan anak dan membangun komunikasi terbuka.
Forbes juga mendorong sekolah rutin menggelar kegiatan positif seperti ekstrakurikuler guna mengarahkan energi pelajar ke hal produktif.
Melalui momentum Hardiknas, Forbes berharap terbangun kolaborasi kuat antara pelajar, guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba.
“Gerakan ini harus berkelanjutan sebagai upaya nyata melindungi generasi muda dari ancaman narkotika,” tutup Akmal.