KODEINDONESIA BONE — Pemerintah Kabupaten Bone menggelar penilaian kompetensi bagi bakal calon kepala desa dalam rangka Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) 2026 di Gedung PKK Kota Watampone.
Penilaian kompetensi ini menjadi tahapan penting untuk memastikan para calon kepala desa memiliki kapasitas, integritas, serta kemampuan manajerial yang mumpuni sebelum mengikuti proses selanjutnya.
Dalam arahannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan kepala desa terpilih nantinya tidak hanya dituntut mampu secara administratif, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat.
“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kepala desa harus benar-benar hadir dan memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Bupati menekankan pentingnya kepemimpinan yang aktif di lapangan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya bekerja di balik meja.
“Saya saja selama menjabat, baru sekitar 10 kali berkantor di Pemda. Selebihnya saya lebih banyak berkantor di lapangan, berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Pemkab Bone juga menyiapkan program pembekalan bagi kepala desa yang terpilih. Pembekalan meliputi pelatihan kepemimpinan serta coaching pengelolaan keuangan desa.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bone, Andi Akbar, menyampaikan penilaian kompetensi ini diikuti 52 calon dari 18 desa yang tersebar di 14 kecamatan.
“Penilaian ini menjadi salah satu indikator utama. Jika nantinya terjadi hasil seri dalam pemilihan, maka akan dilihat dari hasil tes kompetensi ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan peraturan daerah yang berlaku, jumlah calon kepala desa yang dapat bertarung dalam Pilkades dibatasi maksimal tiga orang per desa.
“Jadi hasil penilaian ini juga sangat menentukan, karena akan menjadi dasar dalam menetapkan tiga calon yang berhak maju di setiap desa,” tambahnya.
Dengan penilaian kompetensi yang ketat serta dukungan pelatihan berkelanjutan, Pemkab Bone berharap kepala desa hasil Pilkades PAW 2026 mampu menjadi pemimpin yang responsif, profesional, dan dekat dengan masyarakat.