KODEINDONESIA WATAMPONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, http://S.Sos., M.M. membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria GTRA Kabupaten Bone. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Pertanahan Kabupaten Bone, Jalan Stadion Lapatau, Kelurahan Macanang, Rabu (10/6/2026).
Rakor mengusung tema “Sinergitas Reforma Agraria di Kabupaten Bone: Menata Aset, Membuka Akses, Mengakselerasi Kesejahteraan”. Tema ini mencerminkan semangat kolaborasi menata aset, membuka akses jalan dan sarana, serta mempercepat peningkatan pendapatan masyarakat yang berkelanjutan.
Turut hadir Forkopimda Kabupaten Bone, Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bone, Asisten dan sejumlah Kepala OPD, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VII Makassar, Rektor Universitas Andi Sudirman Bone, Pimpinan Cabang Bank BRI Watampone, Ketua Divisi TDA Kab. Bone, perwakilan Camat dan Kepala Desa.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bone menegaskan komitmen jajarannya bersinergi mewujudkan pencapaian program pertanahan di Kabupaten Bone tahun 2026. Koordinasi, sinergi, dan integrasi seluruh unsur menjadi kunci agar reforma agraria berjalan efektif dan berkeadilan.
“Yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah keinginan kita mengupayakan koordinasi, sinergi, dan integrasi dari seluruh unsur yang terlibat dalam Gugus Tugas. Sehingga kami mengambil tema pada kesempatan ini: menata aset, membuka akses, dan mengakselerasi kesejahteraan. Tema ini memiliki makna semangat kolaborasi dalam pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Bone melalui penataan aset, pembukaan akses, dan percepatan peningkatan pendapatan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Kantor Pertanahan beserta seluruh pihak yang menginisiasi kegiatan. Ia menilai rakor ini momentum penting memperkuat sinergi antarinstansi dalam mewujudkan reforma agraria yang efektif, terarah, dan memberi manfaat nyata.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Bone beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini. Rapat koordinasi ini merupakan momentum sangat penting dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama antar instansi dalam mewujudkan pelaksanaan reforma agraria yang lebih efektif, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Andi Asman.
Bupati menjelaskan reforma agraria adalah program strategis nasional untuk mewujudkan pemerataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara berkeadilan. Lebih dari sekadar legalisasi aset atau sertifikat, reforma agraria merupakan instrumen pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan sosial, mengurangi konflik agraria, serta memperkuat struktur ekonomi masyarakat.
Ia berharap rakor mampu menghasilkan rekomendasi konstruktif dan implementatif, khususnya penetapan lokasi prioritas reforma agraria, penguatan sinergi program lintas sektor, percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan, serta pengembangan pemberdayaan masyarakat berbasis reforma agraria.
“Melalui forum ini saya mengajak seluruh peserta terus memperkuat semangat kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi. Dengan semangat kebersamaan tersebut saya optimistis pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Bone dapat berjalan lebih baik, lebih terarah, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Bupati.