KODEINDONESIA BONE-- WATAMPONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, http://S.Sos., M.M. melakukan inspeksi mendadak sidak di Kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa UKPBJ Sekretariat Daerah Kabupaten Bone, Kompleks Kantor Bupati Bone, Kamis (18/6/2026).
Sidak dilakukan untuk memastikan percepatan proses lelang sejumlah proyek pemerintah daerah yang dinilai masih berjalan lambat.
Bupati Andi Asman menekankan lambatnya proses pengadaan barang dan jasa berdampak pada terhambatnya pelaksanaan program pembangunan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya minta percepat lelang karena ini terkait pertumbuhan ekonomi. Pekerjaan di sini terlalu lama proses lelangnya, saya mendapat informasi demikian. Sementara kita ingin bekerja cepat,” tegas Andi Asman.
Ia menjelaskan percepatan lelang sangat krusial untuk proyek strategis seperti pembangunan infrastruktur dan jaringan irigasi yang langsung bersentuhan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Apalagi ini terkait dengan infrastruktur dan irigasi. Harus cepat dikerjakan karena menyangkut pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Bupati meminta seluruh jajaran UKPBJ meningkatkan kinerja dan mempercepat penyelesaian administrasi pengadaan agar proyek bisa segera dimulai.
“Kita mau kerja cepat. Yang kuat bekerja akan kita beri dukungan untuk mempercepat pekerjaan. Kalau perlu lembur sampai malam demi mengejar target,” katanya.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan aparatur menjaga integritas dan profesionalisme. Ia menegaskan tidak akan mentolerir praktik yang merusak tata kelola pemerintahan.
“Jangan sampai terkontaminasi atau berhubungan yang tidak semestinya dengan kontraktor. Tidak boleh. Kalau ada yang melanggar aturan, akan saya tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Bupati, percepatan pelaksanaan proyek pemerintah akan memberi dampak positif pada perputaran ekonomi daerah. Hal ini sejalan dengan rekomendasi dan indikator Badan Pusat Statistik BPS dalam mengukur pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui sidak tersebut, Pemkab Bone berharap seluruh proses pengadaan barang dan jasa berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat waktu. Dengan begitu pembangunan yang direncanakan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.