KODEINDONESIA BONE– Menteri Pertanian RI, H. Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi kepada seorang mahasiswa asal Alor, Nusa Tenggara Timur, yang berani menyampaikan aspirasi terkait kondisi pangan di daerahnya.
Mahasiswa tersebut bernama Andriano. Menurut Mentan, keberanian Andriano menyampaikan keluhan langsung menjadi pemantik turunnya jajaran Kementerian Pertanian ke lapangan.
"Ternyata ada salah satu mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Namanya Andriano. Dia sangat peduli dengan rakyat. Ini adalah salah satu mahasiswa terbaik karena sangat peduli pada rakyat. Aspirasi yang disampaikannya sesuai dengan fakta lapangan dan ini patut kita apresiasi," kata Mentan Andi Amran, Sabtu 9 Agustus 2026.
Mentan mengaku langsung menindaklanjuti aspirasi tersebut. Ia bahkan membatalkan seluruh agenda rapat pimpinan demi mengecek langsung kondisi di Alor.
"Anak generasi muda ini, pada saat disampaikan aspirasinya kami cek langsung di lapangan. Ternyata betul, jumlah beras harus ditambah di Alor. Bahkan seluruh rapat saya, rapat pimpinan, kami batalkan demi mengunjungi saudara kita yang ada di Alor karena dia membutuhkan bantuan," ujarnya.
"Kami langsung terbang ke Alor. Alhamdulillah dapat melihat langsung," tambahnya.
Dari hasil kunjungan itu, Mentan merumuskan tiga solusi awal untuk mengatasi persoalan pangan di Alor.
Pertama, memperbanyak stok beras. "Solusi awal adalah perbanyak stok. Hari ini adalah perbanyak beras yang harganya sama dengan di Jakarta," katanya.
Kedua, penyiapan pembelian stok di gudang agar ketersediaan pangan lebih terjaga.
Ketiga, pembagian benih gratis. Untuk jangka menengah dan panjang, Mentan menyebut Alor cocok untuk komoditas mente dan kelapa.
"Untuk jangka menengah panjangnya, di sana cocok mente, kelapa. Ini Insya Allah menjamin 20 tahun, 30 tahun kesejahteraan mereka. Dengan menanam kelapa umurnya bisa 30 bahkan 40 tahun," jelasnya.
Ia juga menyebut komoditas kakao. "Demikian juga kakao. Sekarang bibitnya sudah ditanam dan itu gratis semua," ucapnya.
Mentan menegaskan seluruh langkah tersebut telah dilaporkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
"Kami sudah laporkan ke Bapak Presiden RI Prabowo Subianto tadi malam untuk ditindaklanjuti," katanya.
Ia menyebut Presiden telah memerintahkan program besar untuk pertanian rakyat. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp9,9 triliun untuk seluruh Indonesia, dengan sasaran lahan seluas 870.000 hektare. Seluruh bibit dan bantuan diberikan gratis.
"Ini adalah ekonomi rakyat. Inilah bentuk kepedulian kita," tegasnya.
Di akhir, Mentan kembali menyoroti sosok Andriano.
"Sekali lagi saya katakan, ini adalah mahasiswa yang patut dicontoh. Peduli rakyat. Kalaupun dia juga kesulitan, tapi semangatnya tidak surut untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Itu yang kami kagumi," pungkasnya.