KODEINDONESIA, BONE-- Pemerintah Kabupaten Bone mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan selektif dalam menggunakan media sosial. Pesan ini disampaikan oleh Bupati Bone H Andi Asman Sulaiman S Sos MM melalui siaran pers resminya.
Menurut Andi Asman, derasnya arus informasi di era digital seringkali dibarengi dengan maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) yang berpotensi memicu keresahan bahkan perpecahan di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di dunia digital.
“Kecepatan informasi jangan sampai membuat kita lalai. Saring sebelum menyebarkan. Pastikan dulu sumbernya jelas dan berasal dari media atau institusi yang kredibel. Jangan mudah terprovokasi oleh judul sensasional,” tegas Andi Asman.
Bupati Bone juga menekankan tiga langkah penting yang bisa dilakukan masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang sehat:
1. Saring sebelum sebar – periksa kebenaran setiap informasi sebelum dibagikan.
2. Jadilah bagian dari solusi – hentikan penyebaran konten yang meresahkan atau berpotensi memecah belah.
3. Hargai perbedaan – kedepankan sikap saling menghormati dalam berinteraksi di dunia maya, jauhi komentar provokatif maupun ujaran kebencian.
Bupati Andi Asman kembali menambahkan, pemerintah daerah kabupaten Bone terus berkomitmen menjaga ruang digital agar tetap aman dan bermanfaat. Upaya yang dilakukan antara lain: menyebarkan informasi resmi dan akurat dari pemerintah, memantau isu-isu yang berkembang di media sosial, berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait penanganan hoaks, serta meningkatkan literasi digital masyarakat.
“Kami ingin ruang digital diisi dengan kebaikan, informasi yang bermanfaat, dan sikap saling menghargai. Jangan biarkan hoaks dan provokasi merusak persatuan yang selama ini kita jaga bersama,” tutupnya.