Bupati Bone Bangga Jadi Tuan Rumah Jambore PKK, Sebut Gubernur Sulsel sebagai ‘Guru Efisiensi’

KODEINDONESIA BONE– Watampone, Sabtu malam (04/10/2025), menjadi saksi Suasana keakraban yang terjalin antara Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Naoemi Octarina Sudirman, para Ketua TP PKK se-Sulsel, serta para Bupati dan istri-istrinya. Suasana “Malam Ramah Tamah” Jambore PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung penuh dengan kekeluargaan dan kebersamaan diLapangan Merdeka


Acara ini dikemas berbeda. Bukan sekadar seremonial, melainkan forum interaktif terbuka antara pemerintah provinsi, para kepala daerah, serta kader PKK se-Sulawesi Selatan. Para pengurus PKK diberi kesempatan langsung menyampaikan aspirasi, saran, hingga permintaan kepada Gubernur.

Ada yang meminta bantuan kemasan produk untuk UMKM, pembangunan posyandu baru di desa, hingga pembinaan bagi kader-kader PKK muda di daerah. “Inilah ruang dialog yang kita hadirkan, supaya kader dan pengurus PKK bisa berbicara langsung, menyampaikan apa yang dibutuhkan,” ungkap Gubernur Andi Sudirman.


Malam ramah tamah juga dimeriahkan dengan kuis seputar tugas pokok PKK dan program-program di setiap Pokja. Para tamu undangan yang berhasil menjawab pertanyaan langsung menerima hadiah menarik, mulai dari paket bingkisan hingga uang tunai antara Rp1 juta sampai Rp5 juta. Bahkan, daerah dengan jumlah kader PKK terbanyak yang hadir mendapatkan hadiah sepeda listrik dari Gubernur dan Ketua TP PKK.

Kemeriahan itu membuat suasana cair. Para kader bersorak, tertawa, sekaligus termotivasi untuk lebih memahami program PKK.

Sebagai tuan rumah, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang menempatkan kegiatan Jambore PKK di Kabupaten Bone.

“Ini sebuah kebanggaan sekaligus sejarah bagi Bone. Meski saya baru tujuh bulan menjabat sebagai Bupati, tetapi Bone dipercaya menjadi pusat kegiatan provinsi sebesar ini,” ujarnya.


Bupati Asman juga memuji strategi kepemimpinan sang kakak sekaligus Gubernur Sulsel, yang ia sebut sebagai “Gubernur Pejuang Efisiensi”. “Dari instruksi Presiden, efisiensi itu betul-betul beliau terapkan. Dan kami menirunya di Bone. Dari Rp6,5 miliar anggaran infrastruktur bisa ditingkatkan menjadi Rp185 miliar. Ada 20 titik yang bisa kita kerjakan berkat beliau. Jadi meski beliau adik saya, tetapi juga guru saya,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga memaparkan sejumlah capaian daerahnya yang selaras dengan program nasional maupun inisiatif daerah.

Sekolah Rakyat telah mulai beroperasi.
Mobil Belajar Gratis (MBG) sudah mencapai 52 unit, 10 di antaranya beroperasi aktif.
Program seragam sekolah gratis: 20 ribu seragam telah dibagikan.
Layanan kesehatan gratis dan program sosial terus berjalan.
Penguatan Layanan KTP-El keliling melalui mobil layanan yang diberikan Gubernur, agar masyarakat di wilayah terpencil maupun tempat keramaian terbebas dari praktik pungli.
Pengentasan miskin ekstrem lewat program Merdeka Prasejahtera, salah satunya melalui bantuan gerobak UMKM dari CSR Bank Mandiri.


“Bahkan hari ini saja, dalam setengah hari, pelaku UMKM bisa memperoleh Rp600 ribu berkat dukungan program tersebut,” tutur Bupati Asman.

Malam ramah tamah itu bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memunculkan semangat baru bagi kader PKK untuk terus berkarya. Kehangatan dialog, tawa di tengah kuis, hingga rasa bangga menjadi bagian dari gerakan PKK, membuat momen ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu yang hadir. (*)

Komentar

Berita Terkini