KODEINDONESIA Bone, -- Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman, membuka kegiatan sosialisasi dan penguatan kapasitas bunda PAUD Kecamatan desa dan kelurahan Kabupaten Bone di Gedung PKK Jalan A Mappanyukki, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bunda PAUD Kabupaten Bone, Hj Maryam Andi Asman, jajaran kepala OPD terkait, Camat, bunda PAUD Kecamatan, para kepala desa dan Lurah, serta para penggiat PAUD dan organisasi mitra.
Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak dimulai pada jenjang sekolah dasar atau menengah, tetapi dimulai dari masa emas anak usia dini. "Masa emas anak usia dini merupakan periode yang menjadi landasan tumbuh kembang seorang anak secara optimal, baik dari sisi kesehatan, gizi, karakter, maupun kecerdasannya," ujarnya.
Bupati juga menekankan peran strategis bunda PAUD dalam memastikan layanan PAUD yang ramah anak, inklusif, berkualitas, serta sesuai prinsip holistik integratif. "Bunda PAUD bukan sekedar simbol, tetapi merupakan motor penggerak dalam memastikan layanan PAUD yang berkualitas," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, termasuk sektor PAUD. Beberapa langkah strategis yang telah dan akan terus dilakukan meliputi mendorong pemerataan layanan PAUD hingga tingkat desa dan kelurahan, mengembangkan part holistik interaktif melalui kolaborasi lintas OPD, dan peningkatan kompetensi pendidik PAUD melalui pelatihan dan pengembangan profesional.
Bupati juga mengapresiasi dedikasi para bunda PAUD yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam mendidik generasi masa depan. "Kepada bunda PAUD Kecamatan desa dan kelurahan, jadilah lokomotif perubahan, bantu menggerakkan masyarakat agar semakin peduli terhadap pendidikan anak usia dini," harapnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman memberikan penekanan mendalam tentang posisi strategis Bunda PAUD dalam memastikan tercapainya layanan pendidikan usia dini yang berkualitas.
“Peran Bunda PAUD bukan hanya simbol pendamping, tetapi penggerak utama yang memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan yang layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek telah meluncurkan berbagai program prioritas seperti:
Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Penguatan PAUD Holistik Integratif, Wajib Belajar 1 Tahun PAUD.
Dalam konteks ini, Bunda PAUD menjadi mitra strategis pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat, memastikan tidak ada praktik yang menghambat hak belajar anak.(ilo)