KODEINDONESIA BONE — Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan panjang. Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan komitmennya dengan menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian melalui pembentukan Brigade Air.
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis menjaga ketahanan pangan daerah, khususnya sektor pertanian yang rentan terdampak kekurangan air saat musim kemarau ekstrem.
*Fokus Distribusi Air ke Lahan Petani*
Bupati menyebut Brigade Air akan difokuskan pada pengelolaan dan distribusi sumber air ke lahan pertanian milik petani.
“Pembentukan Brigade Air merupakan bagian dari gerak cepat pemerintah daerah dalam mendukung program nasional di sektor pertanian,” ucap Bupati kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Arahan tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang meminta seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis air akibat El Nino.
“Ini langkah konkret untuk memastikan petani kita tetap bisa berproduksi meskipun dihadapkan pada ancaman kekeringan. Kita tidak boleh menunggu dampaknya terasa baru bergerak,” tegasnya.
*Optimalkan Sumber Air dan Alsintan*
Brigade Air bertugas mengoptimalkan penggunaan sumber air yang ada, seperti sungai, embung, dan sumur bor, serta memaksimalkan pemanfaatan pompa air dan jaringan irigasi.
Selain itu, Pemkab Bone juga akan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sebagai dasar penentuan prioritas penanganan. Dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya pompa air, turut disiapkan untuk memperkuat kerja Brigade Air di lapangan.
“Kita berharap dampak El Nino dapat diminimalisir, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan kesejahteraan petani tidak terganggu,” tutup Bupati Andi Asman
Dengan pembentukan Brigade Air, Pemkab Bone menargetkan lahan pertanian tetap produktif dan stok pangan daerah aman meski musim kemarau ekstrem melanda.