Bone Innovation Award 2026: Bupati Dorong Seluruh OPD Laporkan Inovasi


KODEINDONESIA BONE--Pemerintah Kabupaten Bone menggelar Bone Innovation Award 2026 sekaligus penandatanganan komitmen pelapor inovasi daerah di Gedung PKK, Jalan A. Mappanyukki, Selasa (12/5/2026).
Hadir Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Plt Sekda Bone A. Tenriawaru, serta para pimpinan OPD dan camat lingkup Pemkab Bone.

Dalam paparannya, tim dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) menyebut seluruh kewenangan urusan kabupaten/kota di Bone perlu didorong untuk melaporkan inovasi. Saat ini baru 7 urusan yang melaporkan.

“Dari urusan wajib pelayanan dasar, tahun kemarin baru tiga: pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan tata ruang. Tahun ini PR-nya menambah dari urusan wajib pelayanan dasar lainnya. Kami mensyaratkan minimal 5 urusan wajib pelayanan dasar,” jelasnya.

Disebutkan, OPD yang sudah melaporkan inovasi antara lain kesehatan, pendidikan, Litbang, pertanian, Dukcapil, PU dan tata ruang, serta fungsi penunjang lainnya. 

Harapannya, seluruh perangkat daerah melaporkan minimal satu inovasi. “Inovasi daerah itu secara bentuk ada tiga: pelayanan publik, manajemen internal perkantoran, dan inovasi daerah lainnya seperti teknologi sederhana,” paparnya.

Instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik didorong memiliki minimal dua inovasi: pelayanan dan manajemen internal. Sementara OPD non-pelayanan minimal satu inovasi manajemen perkantoran.

Saat ini Kabupaten Bone telah melaporkan 11 inovasi. Di tingkat Sulsel, indeks tertinggi diraih Kota Palopo 74,55. Ada tiga daerah berstatus sangat inovatif: Kota Palopo, Kota Parepare, dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan.

“Harapannya Bone bisa punya target khusus. Kalau sekarang di posisi ini, next mungkin bisa meningkat secara gradual, baik jumlah maupun kualitas inovasi,” kata tim Balitbangda.


Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan inovasi lahir dari permasalahan yang dihadapi di lapangan. 

“Berbicara masalah inovasi, itu cikal bakalnya adalah permasalahan atau masalah apa yang kita hadapi. Setelah berangkat dari masalah, keluar gagasan. Itu yang paling penting,” ujar Bupati.

Ia mencontohkan inovasi “Layar Hatiku” yang pernah digagas saat mengikuti Diklat Kepemimpinan dan mendapat penghargaan dari Presiden RI. 

“Anggaran tidak efektif, tidak efisien, akhirnya mendapat gagasan atau ide yang dituangkan dalam inovasi. Hasilnya layanan atau kerja jadi maksimal. Karena inovasi itu salah satu hal yang baru: ada pembaruan dan pengembangan,” jelasnya.

Bupati meminta Balitbangda menjadi pilot project pengembangan inovasi. Ia juga menegaskan setelah pemberian penghargaan, inovasi terbaik minimal tiga besar akan dituangkan dalam program pemerintah daerah. 

“Inovasi adalah salah satu terobosan atau solusi dengan hasil kerja efektif dan efisien,” tegasnya.

Melalui Bone Innovation Award 2026, Pemkab Bone berharap ekosistem inovasi semakin tumbuh dan melahirkan terobosan yang berdampak langsung bagi pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Komentar

Berita Terkini