Bupati Bone Pimpin Upacara Hardiknas 2026: Tidak Ada Lagi Siswa Putus Sekolah karena Biaya


KODEINDONESIA BONE — Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, http://S.Sos., M.M., bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Merdeka, Kota Watampone, Sabtu (2/5/2026).


Upacara dihadiri Danrem 141 Toddoppuli, jajaran Forkopimda Kabupaten Bone, Ketua TP PKK Bone, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Bone, serta kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

*Pendidikan untuk Memuliakan Manusia*  
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan Hardiknas menjadi momentum refleksi untuk meneguhkan kembali spirit pendidikan nasional. 

“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus dan penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan citra kodrat alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” ujarnya.


Ia mengingatkan nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui sistem among: asah, asih, dan asuh. Sesuai amanat UUD 1945 dan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak, dan membentuk insan beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, serta bertanggung jawab.

*Jamin Akses, Dorong Sekolah Unggulan dan Boarding School*  
Bupati menegaskan komitmen Pemkab Bone menjamin akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. “Kami tidak ingin ada lagi siswa tinggal di rumah tanpa mendapatkan pendidikan karena alasan biaya,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bone terus mendorong pengembangan fasilitas pendidikan, termasuk kehadiran sekolah berasrama atau boarding school serta penguatan sekolah unggulan di setiap kecamatan.

“Kita harus melihat dan mencontoh sekolah-sekolah unggulan di Indonesia, agar kualitas pendidikan di Bone semakin meningkat,” tambah Bupati.

*5 Kebijakan Strategis Dukung Kualitas Pendidikan*  
Bupati memaparkan 5 kebijakan strategis Kemendikdasmen yang sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun SDM Indonesia unggul. 

Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran sebagai program hasil terbaik cepat. Tujuannya agar pembelajaran berlangsung di lingkungan fisik yang nyaman, sarana modern, dan mendukung motivasi belajar.

Kedua, peningkatan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dengan nominal tunjangan dinaikkan dan ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer juga mendapat perhatian. “Para guru saya minta tetap melaksanakan tugas dengan baik. Apabila kami mendapatkan hal yang tidak dilaksanakan dengan baik, maka tidak salah kalau kami melakukan evaluasi,” tegasnya.

Ketiga, integrasi pembelajaran mendalam dengan penguatan karakter. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, baik fisik, sosial, maupun spiritual. Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Pramuka, hingga album lagu anak diluncurkan untuk menumbuhkan semangat rukun, toleransi, dan saling menghormati.

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi, numerasi, sains, teknologi, dan matematika, serta Tes Kemampuan Akademik. “Tes akademik sangat perlu ditekankan. Ini dituntut untuk membekali seluruh siswa. Rata-rata perguruan tinggi sekarang menilai akademik dan psikologi,” ujarnya.

Kelima, perluasan kesempatan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Di Bone, sekolah rakyat bagi masyarakat kurang mampu sudah disiapkan dan dibantu pemerintah pusat. “Alhamdulillah pengerjaannya sudah berjalan. Semoga tidak ada lagi anak yang tidak belajar karena faktor ekonomi. Di mana saja di wilayah Bone akan kita berikan fasilitas yang baik,” kata Bupati.

Upacara Hardiknas 2026 ini menjadi simbol komitmen bersama membangun sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berdaya saing di Kabupaten Bone.
Komentar

Berita Terkini