KODEINDONESIA BONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman meninjau Pelabuhan Bajoe jelang peresmian operasional kembali, Rabu (20/5/2026). Kunjungan dilakukan untuk memastikan kesiapan dermaga yang baru saja direnovasi setelah 20 tahun tidak dikerjakan.
Bupati didampingi General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bajoe, Anom Sedayu. Ia menyampaikan apresiasi atas selesainya rehabilitasi dermaga sesuai jadwal.
“Lokasi dermaga Bajoe di sini ada kegiatan rehabilitasi pembangunan. Alhamdulillah target pekerjaan sesuai kalender, tepat waktu. Saya bersama Bapak GM ASDP sudah melihat pekerjaan dan layanan berjalan sesuai rencana. Kualitas pekerjaannya luar biasa, ini sudah standar nasional,” ujar Andi Asman.
Menurutnya, perbaikan dermaga akan meningkatkan keamanan bagi pengguna penyeberangan ke Bajoe. Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan agar usia pakai bangunan lebih panjang.
“Kalau kita pelihara, Insya Allah dari tahun 2026 bisa bertahan sampai 30 tahun ke depan. Terima kasih kepada seluruh pihak terkait, termasuk PT ASDP yang mengusulkan dan mengerjakan, serta mitra kerja dari PT Hidropower. Pekerjaan sudah dianggap selesai, besok kita resmikan bersama,” katanya.
Peresmian direncanakan digelar Kamis, 21 Mei 2026. Setelah itu, penyeberangan pertama akan dilayani Kapal Ferry Agung dari tujuan Kolaka, dengan kemungkinan dua kapal beroperasi pada hari yang sama.
GM PT ASDP Anom Sedayu mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bone sehingga pekerjaan senilai sekitar Rp8 miliar dari pusat itu selesai lebih cepat dari target.
“Berkat dukungan dan atensi Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan seluruh jajaran Pemda Bone, kami bisa melaksanakan pekerjaan dengan lancar dan selesai tepat waktu. Tujuannya agar layanan kepada masyarakat yang aman, nyaman, dan selamat bisa kembali terlaksana di Pelabuhan Bajoe,” ujarnya.
Awalnya pekerjaan ditargetkan rampung paling lambat 21 Mei, namun selesai dalam waktu kurang dari 21 hari.
Setelah peresmian, empat kapal akan beroperasi: dua kapal dari Kolaka dan dua kapal dari Bajoe. Pembelian tiket tetap dilakukan melalui Ferry, sementara layanan lainnya berjalan normal.