KODEINDONESIA BONE – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah Rakyat Kabupaten Bone di Aula Serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat 31 Juli 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Bone Hj. Maya Damayanti, S.P., jajaran pejabat SKPD Kabupaten Bone, serta Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Bone Resky Januari.
Ketua Tim Transisi H. A. Muh. Yamin Tahir dalam laporannya menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis Pemerintah Republik Indonesia untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Melalui program ini, pemerintah berupaya memberikan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta peningkatan kesejahteraan peserta didik," ujar Yamin.
Untuk mendukung implementasi program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Sosial telah melaksanakan sosialisasi, penjangkauan, verifikasi, dan penetapan peserta didik. Pembukaan MPLS dan CKG ini menjadi tahapan awal untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, budaya sekolah, serta memastikan kondisi kesehatan peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Nindya Karya, BPS KSO, dan Dinas Sosial Kabupaten Bone yang telah bekerja keras menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone.
"Sekolah Rakyat ini merupakan wujud nyata komitmen negara untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan berkualitas, tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi," tegas Andi Asman.
Pada tahun ajaran ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Bone menerima 234 peserta didik. Ditambah 94 peserta lainnya, sehingga total sebanyak 328 peserta didik akan menempuh pendidikan dengan fokus pembinaan karakter, penguatan kompetensi akademik, keterampilan hidup, dan nilai-nilai kebangsaan.
Bupati menekankan MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah.
"MPLS adalah langkah awal untuk mengenal lingkungan belajar, membangun persahabatan, menanamkan disiplin, serta membentuk karakter yang berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia berpesan kepada seluruh siswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, sayangi teman, jaga nama baik sekolah, dan terus semangat meraih cita-cita setinggi mungkin. Jangan pernah merasa rendah diri karena keterbatasan. Justru jadikan itu motivasi untuk bekerja lebih keras dan membuktikan bahwa kalian mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, bangsa, dan negara," pesannya.
Bupati juga berharap orang tua memberikan kepercayaan penuh kepada pihak Sekolah Rakyat Terintegrasi I 60 Bone.
"Di sini anak-anak dijaga, dipelihara, dididik, dan dilindungi. Jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang ramah anak, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tutupnya.
Melalui MPLS dan CKG ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap tercipta sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan Program Sekolah Rakyat sebagai jalan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.