KODEINDONESIA BONE– Pemerintah Kabupaten Bone bermitra dengan World Agroforestry (ICRAF) dan dukungan Global Affairs Canada (GAC) melalui program _Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia_ (Land4Lives) menggelar Lokakarya Konsultasi Publik Pengelolaan Bentang Lahan Berkelanjutan melalui _Integrated Area Development_ (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial.
Kegiatan berlangsung di Hotel Helios Bone, Watampone, Selasa 14 Juli 2026, pukul 09.00–16.00 WITA.
Konsultasi publik ini merupakan tindak lanjut dari proses fasilitasi penyusunan Rencana Pengelolaan Bentang Lahan berbasis perhutanan sosial di enam sublanskap Kabupaten Bone, yakni Kahu, Bontocani, Patimpeng-Kahu, Bulutana, Dua Boccoe, dan Cenrana.
Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman bersama tentang pentingnya perencanaan pengelolaan bentang lahan berkelanjutan melalui pendekatan IAD, menyampaikan hasil penyusunan masterplan, serta menjaring masukan dan saran dari para pemangku kepentingan terhadap rumusan strategi dan intervensi yang telah disusun.
Perwakilan Pemda, kelompok usaha perhutanan sosial, akademisi, dan sektor swasta hadir memberi masukan atas rencana pengelolaan terpadu tersebut.
Konsep IAD mengintegrasikan program Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan pemangku kepentingan lain di daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan skala ekonomi dan nilai tambah produk, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan.
Melalui pengelompokan unit usaha berdasarkan komoditas, IAD membentuk klaster program. Hasilnya dituangkan dalam Rencana Aksi yang akan ditetapkan Pemda sebagai pedoman implementasi.
"Melalui IAD, Kabupaten Bone menargetkan penguatan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan yang mencakup hampir 30 persen dari total luas wilayahnya. Caranya dengan memperluas distribusi akses dan mendorong kelompok usaha perhutanan sosial meningkatkan skala ekonomi dan nilai tambah produk," jelas panitia.
*Proses Partisipatif Menuju Rencana Induk*
Tim penyusun IAD Bone menyusun rencana ini melalui pemetaan pemangku kepentingan, identifikasi isu, hingga perumusan strategi intervensi di masing-masing sub-lanskap. Proses ini bagian dari kerja sama Kabupaten Bone dengan Landscape Alliance dalam proyek riset-aksi Land4Lives bersama Pemerintah Kanada.
Pada konsultasi publik ini peserta mengikuti sesi pemaparan, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan memberikan masukan untuk menyepakati rencana pengelolaan tiap sub-lanskap/klaster pengembangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara sebagai penanda komitmen bersama untuk menindaklanjuti dan masuk ke tahap operasionalisasi rencana.
Selanjutnya, rancangan ini akan disempurnakan menjadi rencana induk dan peta jalan. Kabupaten Bone juga akan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan formal daerah, termasuk RPJMD dan RKPD.
_Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia_ (Land4Lives) atau #lahanuntukkehidupan adalah proyek riset-aksi kerja sama dengan Pemerintah Kanada untuk mendukung tata kelola bentang lahan, ketahanan pangan, kesetaraan gender, serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Proyek ini dilaksanakan di Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Landscape Alliance adalah nama operasional dari _Center for International Forestry Research_ (CIFOR) dan _International Centre for Research on Agroforestry_ (ICRAF), organisasi internasional independen dan pusat riset CGIAR.