KODEINDONESIA BONE – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M melakukan tanam perdana Program Perluasan Tebu di Kebun Balien, Desa Balieng, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sabtu 29 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal Pemkab Bone dalam mendukung program swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Bumi Arung Palakka.
Tanam perdana ini dihadiri sejumlah pejabat penting. Di antaranya Dirjen Perkebunan yang diwakili Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Gubernur Sulsel yang diwakili Plt. Kadis TPHBUN, serta unsur Forkopimda.
Turut hadir pula Direktur Utama PT SGN, Danrem 141 Toddopuli, Anggota DPRD Bone, Kapolres Bone yang diwakili, Dandim 1407 Bone, Danlanud Hasanuddin yang diwakili, Dan Denpom Bone, Danyon C Brimob yang diwakili, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan BBPPTP Surabaya, Kepala BRMP Sulsel, Regional Head 8 PTPN 1, Forkopimcam Kec. Sibulue, Ponre, Mare, dan Cina, Pimpinan Cabang Perum Bulog Bone, Pimpinan PT Pupuk Indonesia Area Bone, Cluster Head PT SGN, SEVP PT SGN, GM Pabrik Gula Bone, GM Kebun Bone, GM Pabrik Gula Camming, GM Kebun Camming, para Koordinator BPP Pertanian, para Kepala Desa, dan para Ketua Kelompok Tani.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Ia menegaskan Pemkab Bone akan terus memberikan pendampingan penuh kepada petani, mulai dari penyediaan bibit, sarana produksi, hingga jaminan pasar.
“Tanam perdana ini adalah simbol komitmen kita. Kita ingin Bone menjadi salah satu lumbung tebu di Sulawesi Selatan. Mari kita rawat bersama agar hasilnya maksimal dan petani semakin sejahtera,” ujar Bupati Andi Asman.
Bupati menambahkan, program perluasan tebu ini merupakan langkah strategis Pemkab Bone untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, BUMN, dan swasta, diharapkan luasan areal tebu di Bone terus bertambah dan produktivitas petani meningkat.
Pemkab Bone menargetkan, melalui program ini rantai pasok gula di Sulsel dapat terpenuhi dari dalam daerah, sehingga ketergantungan pada pasokan luar dapat ditekan dan nilai ekonomi bagi petani tebu di Bone dapat meningkat signifikan.