Haru dan Bangga, Calon Paskibraka Bone 2026 Sungkeman ke Orang Tua Jelang Pengukuhan


KODEINDONESIA BONE– Suasana haru menyelimuti Gedung PKK, Jalan Andi Mappanyukki, Sabtu 15 Agustus 2026. Calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Kabupaten Bone tahun 2026 melakukan sungkeman atau pamit kepada orang tua sebelum melaksanakan tugas pada Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81, 17 Agustus 2026.
Prosesi sungkeman menjadi momen penuh emosi. Para calon Paskibraka mencium tangan orang tua, memohon doa restu dan maaf sebelum menjalankan tugas negara mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Lapangan Merdeka.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., dalam arahannya berpesan kepada seluruh calon Paskibraka agar menjaga amanah dan semangat pengabdian.

"Kepada anak-anakku Paskibraka, saya berpesan mohon maaf kepada orang tua dan mohon doanya agar dilancarkan. Tahun ini adalah kesempatan emas. Anggaplah tugas kalian seolah-olah sedang bertugas di Istana Negara," ujar Andi Asman.

Bupati menegaskan, tugas sebagai Paskibraka bukan hanya soal mengibarkan bendera, tetapi juga tentang tanggung jawab, disiplin, dan membawa nama baik keluarga, sekolah, serta Kabupaten Bone.
  
Di tempat terpisah, perhatian khusus diberikan kepada 5 calon Paskibraka Kabupaten Bone yang orang tuanya tidak dapat hadir mendampingi pada kegiatan pengukuhan.

Dengan haru, Bupati Bone memeluk kelima calon anggota tersebut. Sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan, mereka juga dihadiahi sepeda gunung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman.

Kelima calon Paskibraka itu merupakan perwakilan dari beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Kajuara, Bengo, dan Libureng. 

Salah satunya adalah Junaidi dari Kecamatan Libureng. Orang tuanya tidak hadir karena ibunya telah meninggal dunia dan ayahnya sedang merantau. Ada pula yang tidak sempat berkomunikasi dengan orang tua karena sedang berada di kebun.

"Anak-anakku, kalian tidak sendiri. Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Bone ada bersama kalian. Tetap semangat, jaga nama baik, dan banggakan orang tua," ucap Bupati dengan mata berkaca-kaca.

  
Prosesi sungkeman dan perhatian kepada Paskibraka yang orang tuanya berhalangan hadir menjadi simbol kuat nilai kekeluargaan, kepedulian, dan semangat kebangsaan.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap, melalui momen ini para calon Paskibraka semakin termotivasi untuk menjalankan tugas dengan penuh kehormatan, dan kelak menjadi generasi muda yang berkarakter, disiplin, serta cinta tanah air.
Komentar

Berita Terkini