Perkuat Sektor Peternakan, Bupati Bone Kunker ke Bali Pelajari Pengelolaan Terintegrasi dan HAT


KODEINDONESIA DENPASAR – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, http://S.Sos., M.M., bersama Ketua TP PKK Bone Hj. Maryam Andi Asman, sejumlah kepala OPD, dan jajaran terkait melakukan kunjungan kerja ke Bali, 21–23 Agustus 2026. 

Kunker ini bertujuan memperkuat pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Bone sekaligus membangun jejaring kerja sama lintas lembaga dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Ditjen PKH, PT Berdikari Persero, dan kelompok peternak.
Rombongan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat 21 Agustus 2026 pagi, dengan penerbangan Batik Air ID6761 dari Ujung Pandang. Bupati Bone disambut Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., dan perwakilan PT Berdikari Hasbi.

Dari bandara, rombongan langsung menuju Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak atau BPTU HPT Denpasar di Pulukan. Di lokasi tersebut, Bupati Andi Asman meninjau padang penggembalaan dan mengikuti diskusi teknis mengenai pengelolaan serta pengembangan sektor peternakan.

Agenda hari pertama ditutup dengan sosialisasi Hasil Anak Ternak atau HAT bersama PT Berdikari. Rombongan kemudian menginap di Hotel Mercure Kuta untuk persiapan agenda hari berikutnya.

“Kita ingin melihat langsung bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan peternak,” kata Andi Asman.


Memasuki hari kedua, Sabtu 22 Agustus 2026, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Bangli. Di sana, rombongan mengunjungi Kelompok Ternak Koperasi Eka Shanti untuk melihat langsung aktivitas peternakan dan mendalami praktik pengelolaan kelompok.

Pertemuan dilanjutkan dengan forum diskusi strategis yang mempertemukan Bupati Bone, Dirjen PKH, Direktur Hilirisasi PKH, dan Direktur Operasional 2 PT Berdikari Persero. Forum ini membahas arah pengembangan peternakan, penguatan kelembagaan, hilirisasi, serta peluang kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan kelompok peternak.

Usai santap siang di Jendela Bali, agenda dilanjutkan dengan konsolidasi dan sosialisasi kegiatan HAT secara menyeluruh. Malam harinya, komunikasi kelembagaan kembali dibangun melalui jamuan makan malam di kawasan Jimbaran.

Menurut Bupati, pengembangan peternakan membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan kelompok peternak. 

“Kunjungan ke Bali ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan melihat praktik yang sudah berjalan. Apa yang baik akan kita pelajari dan kita sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan Kabupaten Bone,” ujarnya.


Hari terakhir, Minggu 23 Agustus 2026, digunakan untuk penyusunan laporan dan evaluasi hasil kunjungan kerja di hotel. Evaluasi menjadi tahap penting untuk merangkum hasil peninjauan, diskusi, serta masukan yang diperoleh selama dua hari sebelumnya.

Seluruh rangkaian kunker ditutup dengan kepulangan rombongan ke Ujung Pandang menggunakan penerbangan Lion Air JT740 pada sore hari.


Bupati menegaskan Bone memiliki potensi besar di sektor peternakan. Pemerintah daerah akan terus mendorong program yang mampu memperkuat produksi, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan.

“Yang paling penting, peternak harus mendapatkan manfaat, produksi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” jelasnya.

Diketahui, Kabupaten Bone mendapat Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi atau HAT dari Pemerintah Pusat yang ditempatkan di Kecamatan Ponre. Program tersebut diharapkan memperkuat sektor perunggasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Dari Bali, rombongan membawa pulang pengalaman lapangan, gagasan baru, serta peluang kolaborasi yang diharapkan dapat diterapkan untuk mempercepat pengembangan peternakan terintegrasi di Kabupaten Bone.
Komentar

Berita Terkini