Pertamina Patra Niaga Tambah Alokasi BBM 10–15 Persen di Bone, Pastikan Stok Aman


KODEINDONESIA MAKASSAR– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak atau BBM di Kabupaten Bone dan wilayah sekitarnya dalam kondisi aman dan terjaga. 
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, Pertamina Patra Niaga telah menambah alokasi stok sekitar 10–15 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

Penambahan tersebut menjadi langkah antisipatif menyusul pemberitaan mengenai antrean kendaraan di sejumlah SPBU, mulai dari Kecamatan Mare, Kabupaten Bone hingga beberapa titik sepanjang perjalanan menuju Kota Makassar.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan alokasi dan penguatan pelayanan dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus merespons dinamika permintaan di lapangan.

“Kami memastikan ketersediaan BBM di wilayah Bone dalam kondisi aman. Untuk memperkuat pelayanan, alokasi stok juga telah kami tambah sekitar 10–15 persen dari rata-rata harian normal. Kondisi stok, penyaluran, dan antrean terus dipantau sehingga langkah penyesuaian dapat dilakukan apabila dibutuhkan,” ujar Lilik, Senin 25 Agustus 2026.

Menanggapi langkah tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan bahwa 
Bupati mengapresiasi upaya Pertamina dalam menambah alokasi dan memperkuat pengawasan di lapangan agar distribusi BBM subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.


Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan kondisi lapangan secara berkala. Monitoring dilakukan terhadap stok, realisasi penyaluran, serta pola konsumsi di masing-masing wilayah. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyesuaikan distribusi jika terjadi perubahan kebutuhan atau peningkatan permintaan di titik tertentu.

Di sisi pelayanan, pengawasan terhadap proses penyaluran BBM di SPBU juga diperkuat. Transaksi BBM subsidi dipantau agar pembelian berlangsung sesuai ketentuan, sekaligus mengantisipasi potensi penyalahgunaan, pembelian berulang, maupun aktivitas yang dapat mengganggu pemerataan akses BBM bagi masyarakat.

Pada SPBU yang mengalami peningkatan kepadatan, petugas marshalling turut diaktifkan untuk mengatur arus kendaraan dan antrean. Pengaturan dilakukan agar kendaraan tetap berada di area aman, proses pengisian tertib, serta antrean tidak mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga sekitar SPBU.

Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pihak terkait untuk mengevaluasi kondisi penyaluran di lapangan secara berkelanjutan.

Lilik mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan. Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena dapat meningkatkan kepadatan di SPBU dan mengganggu pola distribusi.

Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat mengikuti pengaturan antrean yang diterapkan petugas SPBU serta menggunakan BBM sesuai peruntukan. 

Apabila menemukan kendala layanan, dugaan penyalahgunaan, atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Customer Solution atau PCS 135 untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Komentar

Berita Terkini