Wabup Bone AAP Hadiri Expose Manajemen Talenta Sulsel Tahap II, Dorong ASN Kompeten dan Berintegritas


KODEINDONESIA MAKASSAR– Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. menghadiri Expose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026 di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka No. 31, Makassar, Selasa 25 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara atau ASN di Sulsel. Manajemen talenta diarahkan untuk memperkuat sistem merit serta memastikan pengelolaan karier ASN dilakukan secara objektif, berbasis kompetensi, kinerja, potensi, dan kebutuhan organisasi.


Kegiatan dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Badan Kepegawaian Negara atau BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., serta para bupati, wali kota, sekda, kepala BKD/BKPSDM, kepala OPD se-Sulawesi Selatan.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar Nanang Subandi, http://S.Kom., MMSI. menyampaikan, pada tahap kedua 25–26 Agustus 2026, sebanyak 11 pemerintah daerah mengikuti ekspos. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Bone. 

10 daerah lainnya yakni Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Sidrap, Luwu Timur, Pinrang, Bantaeng, Enrekang, Luwu, Jeneponto, dan Soppeng.

“Dengan terlaksananya ekspos tahap kedua, seluruh 25 instansi pemerintah daerah di Sulawesi Selatan telah melaksanakan ekspos pembangunan manajemen talenta. Capaian ini menjadikan Sulsel sebagai provinsi pertama di wilayah kerja Kantor Regional IV BKN Makassar dan di luar Jawa yang seluruh kabupaten/kotanya telah melaksanakan ekspos,” ujar Nanang.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 11 instansi di wilayah kerja Kanreg IV BKN Makassar yang telah menggunakan manajemen talenta dalam proses pengisian jabatan. Hal itu menunjukkan manajemen talenta tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menjadi instrumen pengambilan keputusan manajemen ASN.
  
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmen agar seluruh kabupaten dan kota di Sulsel menerapkan manajemen talenta secara menyeluruh. Ia menyebut Sulsel berpeluang menjadi percontohan penerapan manajemen talenta di tingkat nasional.

“Manajemen talenta memberikan ruang bagi kepala daerah untuk menempatkan aparatur yang tepat sesuai kebutuhan dan kompetensi organisasi,” katanya.

Sementara Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan manajemen talenta merupakan bagian dari transformasi sistem merit untuk menempatkan ASN terbaik pada jabatan yang sesuai.

“Manajemen talenta adalah untuk mewujudkan visi dan misi Bapak dan Ibu semuanya. Cari orang yang paling tepat untuk mewujudkan ini,” ujarnya.

Menurut Zudan, sistem ini memungkinkan mobilitas talenta. Pemerintah daerah dapat mengidentifikasi ASN yang memiliki keahlian tertentu melalui basis data kepegawaian untuk ditempatkan sesuai kebutuhan.

“Tantangan pemerintahan saat ini tidak dapat lagi diselesaikan hanya dengan pendekatan masa lalu. Dibutuhkan sistem pengelolaan ASN yang lebih adaptif, berbasis data, cepat, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan,” tegasnya.

  
Kehadiran Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bone memperkuat manajemen talenta ASN sebagai instrumen membangun birokrasi profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pelayanan masyarakat.

“Manajemen talenta menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional. Kita ingin setiap ASN dapat dikembangkan sesuai kompetensi dan potensinya, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintahan dan masyarakat,” ujar Andi Akmal.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Sulsel, dan Pemkab Bone agar penerapan manajemen talenta berjalan konsisten. 

“Yang kita harapkan adalah lahirnya aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. ASN harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis,” tambahnya.

Hadir mendampingi Wabup, Kepala BKPSDM Kabupaten Bone Edy Saputra Syam, http://S.STP., http://M.Si. Kehadiran BKPSDM memperkuat koordinasi teknis terkait pemetaan kompetensi, pengembangan karier, hingga pengelolaan sumber daya aparatur.

Melalui Expose Manajemen Talenta Tahap II ini, Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmen memperkuat tata kelola ASN berbasis sistem merit. Penerapannya diharapkan melahirkan ASN yang tepat kompetensi, tepat penempatan, dan tepat pengembangan, sehingga memberi kontribusi maksimal terhadap pelayanan publik dan pencapaian visi misi pembangunan Kabupaten Bone.
Komentar

Berita Terkini