Bupati Bone Buka Sosialisasi Pengembangan SDM Nelayan, Target Kapasitas Naik Jadi 500 Orang


KODEINDONESIA BONE – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman membuka sosialisasi pengembangan SDM nelayan dalam rangka kegiatan pemberdayaan nelayan kecil dalam daerah kabupaten/kota. 
Kegiatan sosialisasi berlangsung selama satu hari, Kamis 10 September 2026 di Kabupaten Bone. 
Hadir dalam kegiatan ini para pimpinan OPD, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bone, anggota Senat Akademik Universitas Hasanuddin, para narasumber, serta ratusan peserta pelatihan yang terdiri dari nelayan kecil dari 10 kecamatan pesisir di Kabupaten Bone.


Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone H. Andi Nirwana, S.Pi., M.Si. dalam laporannya menyampaikan, tujuan sosialisasi pengembangan SDM nelayan adalah:  
1. *Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta wawasan nelayan* agar dapat menghadapi persaingan dan melihat peluang di masa yang akan datang.  
2. *Meningkatkan kreativitas nelayan* sehingga dapat memunculkan inovasi-inovasi baru.  
3. *Memberikan pemahaman tentang jaminan perlindungan nelayan.*


Dalam sambutannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan kegiatan ini sejalan dengan perubahan RKPD Kabupaten Bone tahun 2026. Pada kegiatan pemberdayaan nelayan kecil, target pengembangan kapasitas dinaikkan dari 40 orang menjadi 500 orang.

"Perubahan itu harus dimaknai sebagai komitmen memperluas manfaat," kata Andi Asman.

Ia meminta Dinas Perikanan memastikan peserta tidak hanya hadir dan menerima materi, tetapi benar-benar memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan, didampingi setelah kegiatan, serta diukur perubahan kapasitas maupun hasil usahanya.

Bupati menegaskan sosialisasi hari ini setidaknya harus menghasilkan 5 manfaat nyata:  
- *Peserta memahami praktik penangkapan* yang efektif, aman, legal, dan ramah lingkungan.  
- *Peserta mampu menjaga mutu hasil tangkapan* melalui penanganan pasca panen yang benar.  
- *Kelompok nelayan memperkuat administrasi, tata kelola, dan kerja sama usaha.*  
- *Nelayan memperoleh informasi lebih jelas* mengenai akses pembiayaan, kemitraan, pemasaran, dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.  
- *Tumbuh kesadaran* bahwa laut adalah sumber penghidupan yang harus diwariskan dalam keadaan produktif kepada generasi berikutnya.


Kepada narasumber dan akademisi, Bupati berharap materi disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan pengalaman nelayan dan disertai contoh nyata. 

"Teknologi yang baik bukan teknologi yang paling rumit, melainkan yang tepat guna, terjangkau, mudah dirawat, dan memberi peningkatan hasil," ujarnya.

Ia juga berharap perguruan tinggi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat mengembangkan pendampingan, riset terapan, pencatatan data usaha, inovasi alat, pengelolaan hasil, serta model pemasaran yang sesuai dengan karakter pesisir Bone.

Kepada para peserta, Bupati meminta agar memanfaatkan forum ini untuk bertanya secara terbuka dan menyampaikan persoalan yang benar-benar dihadapi. Mulai dari biaya operasional, bahan bakar, alat tangkap, mutu ikan, akses pasar, permodalan, keselamatan, regenerasi nelayan, hingga kelembagaan kelompok.

"Pengetahuan baru akan bernilai apabila diterapkan dan dibagikan kepada anggota kelompok yang belum hadir. Jadikan kelompok sebagai tempat belajar bersama, menyusun rencana usaha, memperkuat posisi tawar, dan membangun kedisiplinan dalam menerima serta memelihara bantuan pemerintah," tegasnya.

Bupati menyampaikan bahwa kegiatan hari ini menjadi awal dari proses belajar yang berkelanjutan. Setelah sosialisasi, perlu ada pelatihan teknis, bimbingan, pendampingan lapangan, penguatan kelompok, serta kemudahan hubungan antara nelayan dan layanan pemerintah.

"Dengan cara itu pengetahuan tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi berubah menjadi praktik yang meningkatkan kualitas hasil, efisiensi usaha, keselamatan kerja, dan pendapatan keluarga," tutup Andi Asman.
Komentar

Berita Terkini