Bupati Bone Hadiri Mappalisu Sumange dan Passompe Mattana Ugi di Bola Subbie, Refleksi Sejarah dan Semangat Kebersamaan


KODEINDONESIA BONE– Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menghadiri kegiatan Mappalisu Sumange dan Passompe Mattana Ugi dalam rangka Gau Maraja Kabupaten Bone 2026 di Bola Subbie, Jalan Merdeka, Minggu 27 September 2026.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 27 dan 28 September 2026 di Bola Subbie dan Baruga La Tea Ri Duni ini, berkolaborasi dengan Kerukunan Keluarga Wija Arumpone (KKWA) yang diketuai Andi Bau Zaldi Mappanyukki.

Dalam sambutannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, Mappalisu Sumange atau mengembalikan semangat orang Bone adalah momentum untuk berkumpul, mengenang masa lalu dan bertemu di Bola Subbie.

Bola Subbie disebut sebagai rumah yang memiliki perjalanan panjang dan menarik. Rumah tersebut pernah menjadi istana, pernah menjadi tempat tinggal seorang raja, pernah berfungsi sebagai tempat para pemangku adat Ade Pitue dalam menjalankan tugasnya, kemudian beralih fungsi menjadi ruang pemerintahan, kemudian berubah lagi sebagai ruang kerja anggota dewan dan kembali bertransformasi menjadi perpustakaan.

"Bola Subbie ini memiliki perjalanan fisik yang tidak sederhana, bentuk aslinya adalah rumah panggung khas lingkungan kerajaan Bugis Bone," ujar Andi Asman.

Dalam narasi sejarah, bangunan ini memiliki nilai penting yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Ketika Presiden Soekarno datang ke Bone pada masa awal republik dan berpidato kepada masyarakat Bone, rumah ini menjadi saksi bagaimana sebuah perubahan besar terjadi dari kerajaan menjadi Republik, dari pemerintahan lama menuju negara Indonesia.

"Di sinilah kita menemukan posisi bahwa sebuah rumah adat menjadi saksi perubahan zaman," jelasnya.

Menurut Bupati, semangat Mappalisu Sumange bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi sebuah upaya menghadirkan kembali semangat untuk bekerja giat dan bekerja cerdas, semangat untuk belajar, saling menjaga dan saling membangun untuk Bone yang terus mengalami perubahan dan pergerakan.

"Hari ini kita berada di Bola Subbie dan besok kita kembali ke rumah masing-masing. Yang perlu kita ingat bahwa sejarah yang kita pahami harus membawa kita pada tanggung jawab menjaga kehidupan dari lingkaran terkecil hingga lingkaran terbesar yang mampu kita raih. Mari kita hidupkan kembali semangat Bone, semangat yang teguh dalam keyakinan, kokoh dalam kebersamaan menuju kehidupan yang lebih baik dan kesejahteraan bersama," ungkapnya.

Bupati menegaskan, semua jabatan ditanggalkan ketika berada di Bola Subbie, karena semua yang hadir adalah orang Bone yang memegang teguh filosofi Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge.

"Semua jabatan ditanggalkan ketika kita berada di tempat ini, yaitu Bola Subbie, karena kita semua sama adalah orang Bone yang memegang teguh filosofi Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge," katanya.

Kepada Wija Arumpone, Bupati meminta untuk memberikan wejangan sebagai bentuk perhatian dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Kepada Wija Arumpone untuk memberikan wejangan kepada kami sebagai bentuk perhatian, jangan sampai di kiri kananku ini organ kami itu semakin mudah, jadi untuk memberikan kebijakan," tuturnya.

Bupati berharap KKWA lebih fokus sebagai pemerhati sosial yang ikut mengawal pembangunan di Kabupaten Bone.

"Berharap KKWA lebih fokus sebagai pemerhati sosial. Jangan biarkan saya bekerja sendiri, tegur jika ada salah," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati memohon doa agar seluruh rangkaian Gau Maraja 2026 berjalan aman dan lancar sesuai harapan.

"Mohon doanya semua agar Gau Maraja ini aman dan lancar sesuai harapan," pungkas Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman.
Komentar

Berita Terkini