KODEINDONESIA BONE – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menghadiri acara Pesta Panen di Desa Lappo Ase, Sabtu 26 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Ketua DPRD Bone, serta unsur Forkopimda Kabupaten Bone lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, Indonesia membutuhkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Pemerintah nasional menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan dan Kabupaten Bone terus mendorong produktivitas pertanian serta penguatan ketahanan pangan.
"Indonesia memang membutuhkan kemampuan untuk kebutuhan pangannya sendiri, pemerintah nasional menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan dan Kabupaten Bone yang kita sayangi ini terus mendorong produktivitas pertanian serta penguatan ketahanan pangan," ujar Andi Asman.
Sejalan dengan itu, berbagai upaya pembangunan Pemerintah BerAmal juga terus diarahkan untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara makro, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone pada tahun 2025 tercatat positif sebesar 6,3 persen dengan PDRB per kapita mencapai Rp 64,23 juta. Sementara itu, laju inflasi per September 2025 dapat dijaga pada angka 3,11 persen.
"Pembangunan juga terus kita dorong melalui penguatan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi termasuk sektor pertanian. Pembangunan dan peningkatan jalan telah mencapai sepanjang 371,69 kilometer. Infrastruktur jalan ini tentu sangat penting dalam membuka akses, memperlancar mobilitas serta mendukung distribusi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar dan masyarakat," jelasnya.
Menurut Bupati, capaian tersebut tentu tidak berdiri sendiri. Di balik angka pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita, inflasi yang terjaga maupun pembangunan infrastruktur, ada kerja sama pemerintah dan masyarakat, ada petani yang terus bekerja, ada pelaku usaha, tenaga penyuluh, pekerja dan seluruh masyarakat yang ikut menggerakkan roda perekonomian daerah.
Melalui Gau Maraja 2026 ini, Bupati mengingatkan bahwa kehadiran teknologi memang dapat membantu menghasilkan lebih banyak dan lebih cepat, tapi kebudayaan mengajarkan untuk apa kita menghasilkan, kapan harus menanam, bagaimana membaca alam, bagaimana memperlakukan tanah, dan bagaimana menjaga hubungan antar manusia.
"Teknologi dan pengetahuan lokal atau tradisi bukanlah sesuatu yang patut kita benturkan. Menurut pandangan saya, justru masa depan pertanian Indonesia kemungkinan besar berada pada kemampuan kita mempertemukan teknologi dan tradisi," ungkapnya.
Desa Lappo Ase sendiri memiliki cerita yang sangat menarik tentang pertemuan tradisi dan modernisasi pertanian. Tempat tersebut dikenang sebagai salah satu tonggak penting pembangunan pertanian modern Indonesia, yaitu pada tanggal 26 Agustus 1981 Presiden Soeharto datang ke wilayah ini dalam pencanangan pembangunan pertanian dan agenda menuju swasembada pangan sebagai transisi dari pertanian tradisional menuju modernisasi.