ITSBM Selayar Menuju Panggung Global: Gagasan Strategis dari Muhammad Arjul dan Agung Cahaya Sumirat







KODEINDONESIA,--Dalam webinar internasional yang diselenggarakan oleh Institute of Technology, Science, and Business Muhammadiyah (ITSBM) Selayar dengan tema “How ITSBM Selayar is Moving to the Global Stage”, Dr. Muhammad Arjul, S.IP., M.Si., selaku Director of the InterHEI Institute Jakarta, Indonesia, tampil sebagai pembicara pertama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak boleh dipahami sebatas jargon atau tren global, melainkan harus menjadi bagian yang melekat dalam visi dan misi institusi.



Menurutnya, langkah awal yang krusial adalah penjaminan visi dan misi internasionalisasi, yang kemudian diturunkan menjadi konsep strategis dan kebijakan operasional. Arjul menekankan perlunya pembentukan unit khusus seperti International Office yang mampu mengorkestrasi seluruh program global, mulai dari pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan jejaring akademik lintas negara.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya digitalisasi sebagai katalis internasionalisasi. Infrastruktur digital, kurikulum bilingual, serta pembelajaran berbasis teknologi menjadi modal utama agar perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan dinamika global. Dalam hal ini, Arjul memberikan contoh konkret bahwa ITSBM Selayar dapat memperkuat citra internasionalnya melalui program student & staff exchange, kolaborasi riset global, serta branding internasional melalui konferensi internasional. Ia menegaskan bahwa strategi tersebut tidak hanya akan meningkatkan reputasi, tetapi juga memperluas jaringan kemitraan global yang berkelanjutan.
Setelah pemaparan Arjul yang menekankan aspek konseptual dan strategis, sesi dilanjutkan dengan paparan Agung Cahaya Sumirat, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Chad, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Gabon, dan Guinea Ekuatorial. Dari perspektif diplomasi internasional, Agung Cahaya Sumirat menekankan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi harus dibarengi dengan penguatan jejaring kemitraan internasional.

Menurutnya, diplomasi pendidikan memainkan peran penting dalam memperluas peluang kerja sama, baik dalam bidang riset, teknologi, maupun pertukaran akademik. Ia menegaskan bahwa peran perguruan tinggi Indonesia, khususnya yang berada di daerah, tidak kalah penting dalam membangun hubungan people-to-people contact yang mendukung diplomasi negara. Dalam konteks ITSBM Selayar, Agung mendorong pentingnya membangun kemitraan dengan universitas di Afrika dan negara-negara berkembang lainnya, sehingga tercipta jejaring Selatan-Selatan (South-South Cooperation) yang strategis untuk menghadapi era globalisasi.

Dengan demikian, kombinasi gagasan dari Muhammad Arjul dan Agung Cahaya Sumirat menghadirkan perspektif yang saling melengkapi. Arjul memberikan kerangka strategis bagaimana internasionalisasi dapat diinternalisasi dalam tata kelola dan operasional kampus, sementara Agung Cahaya Sumirat memberikan perspektif diplomasi global yang menekankan pentingnya jejaring internasional. Keduanya memperlihatkan bahwa ITSBM Selayar memiliki modal besar untuk menapaki panggung global, baik dari sisi konseptual akademik maupun diplomasi strategis yang menghubungkan Indonesia dengan dunia internasional.
Komentar

Berita Terkini